Tampilkan postingan dengan label keluarga sakinah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga sakinah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2013

Tips dan Trik Dikaruniai Anak Yang Cantik dan Ganten nan Soleh serta Solehah Ala Rasulullah

Anaku_ Dzakirah Hikmatul Laila
Assalamualaikum, Wr.Wb

Bagaimana kabar sobat sang fakir ? Semoga selalu dalam Naungan HidayahNYA, sehat dan sukses dunia dan akhirat. Tidak bosan-bosan kita panjatkan puja dan puji ke HadiratNYA atas semua nikmatNYA itu, selawat serta salam semoga tetap tercurahkan pada baginda Suri Tauladan terindah  Rasulullah SAW, beserta ahlul baitnya yang mulia, para sahabat terbaiknya serta umatnya hingga akhir jaman. Wa ba'du.

Dalam diri Rasulullah SAW itu tidak lain adalah " wahyu ", semua yang beliau kerjakan bukan berdasar atas hawa nafsu melainkan telah diwahyukan oleh Allah SWT pada beliau. Kehidupan rumah tangga beliau adalah gambaran terindah sepanjang hayat dan jaman, tidak ada sebelum dan setelah beliau. Keharmonisan rumah tangga beliau benar-benar baiti jannati, tidak ada yang bisa menyerupainya hingga kehidupan rumah tangga beliau dijadikan rujukan dan tauladan umatnya baik dahulu kala , sekarang hingga nanti.

Bagi anda yang baru membentuk keluarga, atau bahkan yang sedang berkeluarga berikut ada tips dan trik yang patut untuk diikuti karena berdasarkan yang dicontohkan dan disyariatkan oleh Rasulullah SAW, yaitu Tips dan Trik Dikaruniai anak yang cantik dan Ganteng nan soleh serta solehah Ala Rasulullah SAW.

Hubungan (biologis) suami istri berpengaruh pada jasmani dan rohani anak. Seorang perempuan mendatangi Rasulullah SAW, seraya berkata:
“Wahai Rasulullah, bagaimana Allah SWT dapat dikatakan adil, padahal Dia telah memberikan anak yang buta kepadaku?”

Dalam menjawab protesnya beliau menjawab: “Apakah ketika kalian berhubungan, suamimu meminum minuman keras (khamar)?”
“Ya, wahai Rasulullah.” Jawabnya. Lantas beliau kembali bersabda: “Jika demikian maka cercalah diri kalian sendiri.”

Untuk itu, inilah beberapa tips islami hubungan suami istri agar dikaruniai anak yang berparas cantik sekaligus berakhlak baik:

• MEMILIH WAKTU

Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Ali, janganlah melakukan hubungan biologis dengan istrimu pada awal bulan (bulan hijriyah), pertengahan dan akhir bulan. Karena ada kemungkinan besar akan menyebabkan gila, terkena penyakit kusta, cacat anggota tubuh dan akal istri dan anak.” (Makarimal Akhlak)

• BERWUDHU

Diantara hal-hal yang hendaknya dilakukan sebelum melakukan hubungan suami istri ialah berwudhu atau dalam keadaan suci, menyebut nama Allah SWT dan berdoa akan mencegah dari campur tangan setan

• BACA BASMALAH
Setan memang selalu mengganggu manusia. Pertanyaannya, apa yang dimaksud campur tangan setan dalam anak-anak kita?

Dalam tafsir Shafi karya Faiz Kasyani, telah dinukil dari Imam Shadiq bahwa beliau berkata: “Sewaktu kalian memulai hubungan suami istri dengan nama Allah SWT maka setan akan menjauh dari kalian. Namun jika tidak memulai dengan menyebut nama Allah SWT maka setan akan ikut campur dalam perbuatan kalian.”

• TENANG

Iman Ali Zainal Abidin berkata: ”Jika seorang suami melakukan hubungan biologis dengan istrinya dalam keadaan tenang, tidak dalam keadaan rasa khawatir dan tidak grogi maka sperma akan masuk ke dalam rahim istrinya dalam keadaan tenang pula. Dan paras anak akan mirip dengan ayah dan ibunya. Namun jika seorang suami melakukan hubungan biologis dengan istrinya dalam keadaan tidak tenang, ada rasa khawatir dan grogi maka sperma akan masuk ke dalam rahim dalam keadaan tidak tenang pula. Serta paras anak mirip dengan paman, bibi, dari kedua belah pihak dan anggota keluarga lainnya.” (Sayyid Ali Husaini Zadeh).

• RAHASIA

Agar kita dikaruniai anak cantik lahir batin (saleha), hendaknya merahasiakan hubungan itu dari anak-anak. Jangan sampai anak-anak mengetahuinya. Dalam sebuah riwayat Imam Shadiq as yang telah dinukil dari kakeknya Rasulullah SAW berkata: “Sumpah demi Tuhan yang jiwaku berada di bawah kekuasaannya, jika seorang suami hubungan biologis dengan istrinya, sementara anaknya ada di kamarnya melihatnya, mendengar omongan dan desah nafasnya, ketahuilah anak tersebut tidak akan bahagia, baik anak laki-laki maupun perempuan maka akan menjadi pezina.” (Wasa’il Asy-Syi’ah). Mudah-mudahan doa dan ikhtiar kita diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT. Amin.

Doa agar Anak Salehah: QS. Al Ahqaaf (46): 1


“Rabbi auzi’nii an-asykura ni’matakallatii an-amta ‘alayya wa ‘alla waalidayya wa an ‘a’mala shaalihan tardhaahu washlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin.”

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Kamis, 30 Mei 2013

Cara meningkatkan Kecerdasan Intelektual Anak sejak Dini




Assalmualaikum, Wr. Wb.

Bagaimana kabar sobat pagi ini ? Semoga semuanya sesuai harapan dan Ridho Allah SWT, karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, tapi baik menurut Allah sudah pasti adalah kebaikan bagi kita semua. Di tengah pagi yang indah ini kita mengucapkan tasbih Subhanallah atas apa yang kita jalani dan lihat begitu menakjubkan tapi tidak membuat kita lalai hingga mengucapkan tahmid alhamdulillahi robbil alamiin. Kita diberikan anak-anak yang lucu dan menggemaskan adalah nikmat yang tidak terkira, tapi anak adalah amanat terbesar orang tua agar dididik dan dijaga sesuai dengan syariatnya.

Dalam diri anak itu ada hak dan kebutuhan yang harus dipenuhi, diantaranya adalah mendapat pendidikan yang baik. Dan tempat yang paling penting adalah dari rumah atau al madrasatul ula, dimana peranan orang tua adalah ujung tombak perkembangan kecerdasan si anak baik intelektual maupun spiritual. Saya memiliki 3 putri yang beda dua tahun, dan ketiganya memiliki karakter yang berbeda pula hingga mereka membutuhkan perlakuan yang berbeda dalam mendidiknya.

Berikut ada beberapa tips agar perkembangan intelektual si anak terangsang dan berkembang dengan baik Sediakan waktu 10-15 menit, dua kali sehari, untuk waktu bermain yang berkualitas bersama anak. 


  • Mainkan Cilukba di balik selimut atau bersembunyi di belakang kursi dan muncul kembali.
  • Gerak-gerakkan sebuah boneka dan nyanyikan sebuah lagu hingga anak tertawa.
  • Goyang-goyanglah mainan yang dapat mengeluarkan bunyi atau tamborin, pukulah sebuah drum dan liahatlah reaksinya.
  • Tiuplah gelembung sabun tinggi-tinggi ke udara untuk menstimulasi penglihatan, genggaman, dan koordinasi mata. (Mulai pada usia 5-6 bulan). Kegiatan ini juga menyenangkan dilakukan saat ia mandi. Bangunlah dan runtuhkan balok-balok. Tumpuklah balok-balok itu lagi (mulai dengan tiga balok saat anak berusia 6-9 bulan) dan ajaklah anak anda untuk melakukan hal yang sama. Buatlah menara yang lebih tinggi untuk balita anda.
  • Bukalah dan tutuplah pintu di boks mainan; kemudian biarkanlah anak yang lebih besar atau balita anda untuk bereksplorasi sendiri.
  • Perkenalkan beragam jenis buku, begitu bayi anda dapat melihat dan berfokus, membalik halaman buku, menekan tombol pada buku musik, dan tak lama kemudian anak anda akan ”membaca” sendiri.
  • Jika anda siap sesekali balikan posisi badan anak kaki diangkat dan posisi kepala di bawah selama kurang lebih 10 detik, ini juga untuk merangsang kinerja motorik anak dan berimbas pada perkembangan IQ si anak.
Semoga tips ini bermanfaat bagi kita semua.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Jumat, 03 Mei 2013

Syarat Agar kita Bisa Berkumpul dengan Keluarga di Surga




Pesan dari Admin yang selalu berupaya memberikan info yang terbaru dan akurat, mohon dukungannya untuk klik Link  Teknologi Hijau Daihatsu dalam rangka mengikuti Kontes, setelah itu mohon juga di Share ke FB dan Twitter teman2.  





Bismillahirrahmaanirrahiim

Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad, Wasohbihi Ajmain. Sahabat fillah malam Jumat yang penuh barokah ini semoga kita diberikan kekhusuan dalam beribadah dan berdzikir mengingatNYA. Setiap amal Shaleh dari seminggu yang lalu tengah malam ini dicatat oleh Malaikat pencatat Amal kemudian dihaturkan ke HadiratNYA. Semoga amalku dan amal kalian diterima dengan sempurna oleh Allah Azza Wa Jalla, karena Ia tidak akan menyia-nyiakan setiap amal HambaNYA, semua dibalas sesuai dengan takarannya tidak akan tertukar satu sama lainnya.
Marilah kita selalu belajar untuk mencari makna dalam diri hidup kita, selalu berbenah diri untuk mencapai RidhoNYA, agar kelak di akhirat kita bisa bermuajahah dengan para Solih dan solihat . Tiada untaian permata terindah manakala kita sekeluarga berjumpa pada suatu tempat yang penuh kenikmatan, mari sobat fakir kita simak sejenak.


♥ 8 SYARAT AGAR BERKUMPUL DENGAN KELUARGA DI SURGA ♥


Bagi muslimin ada satu reuni yang memiliki nilai luar biasa, yaitu kesempatan bertemunya kembali keluarga besar seketurunan di tempat baru yang sangat menyenangkan di akhirat kelak.

Allah berfirman dalam QS Ar-Ra'd [13]: 22-24 yang artinya "Orang-orang itulah yang
mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu Surga 'Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama orang yang saleh dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan anak-cucu mereka, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), 'salaamun alaikum bimaa shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). 'Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu"

Sayyid Quthb dalam "Tafsir Fi Zhilalil-Qur'an" menjelaskan peristiwa di atas laksana sebuah festival atau reuni dimana mereka saling bertemu, mengucapkan salam, dan
melakukan perbuatan-perbuatan yang menyenangkan dan menggembirakan serta penuh dengan penghormatan.
Kebersamaan di surga tersebut tentu tidak mudah untuk dicapai, karena dalam kisah yang dijelaskan Alquran banyak keturunan/keluarga yang tidak lagi bisa bertemu di akhirat,Seperti: Nabi Nuh dengan putra dan istrinya, Asiyah yang solehah dengan suaminya (Firaun), dan Nabi Luth dengan istrinya.

Namun bertemunya keluarga besar di surga bukan pula sesuatu yang tidak mungkin.
Allah menjelaskan dalam QS. Ar-Ra'd [13] : 18-21 kita bersama keluarga besar bisa bertemu di surga 'Adn, asal dapat memenuhi delapan syarat.

♥ Pertama, memenuhi seruan Tuhannya
Barang siapa yang patuh kepada Allah niscaya ia akan mendapatkan pembalasan yang sebaik-baiknya.

♥ Kedua, memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian.
Janji Allah disini mutlak, meliputi semua macam perjanjian. Janji terbesar yang menjadi pokok pangkal semua perjanjian ialah janji iman. Perjanjian untuk setia menunaikan segala konsekuensi iman.

♥ Ketiga,menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan.
Dalam hal ini taat secara paripurna,istiqomah yang berkesinabungan, dan berjalan di atas sunnah sesuai dengan aturan-Nya dengan tidak menyimpang dan tidak berpaling.

♥ Kempat, takut kepada Allah.
Takut kepada Allah dan takut kepada siksaan yang buruk dan menyedihkan pada hari
pertemuan yang menakutkan.

♥ Kelima, sabar. 
Sabar atas semua beban perjanjian di atas (seperti beramal, berjihad, berdakwah, berijtihad), sabar dalam menghadapi kenikmatan dan kesusahan, dan sabar dalam menghadapi kebodohan dan kejahilan manusia yang sering menyesakkan hati.

♥ Keenam, mendirikan Shalat. 
Ini termasuk juga memenuhi janji dengan Allah. Shalat ditonjolkan karena merupakan rukun pertama perjanjian ini, sekaligus menjadi lambang penghadapan
diri secara tulus dan sempurna kepada Allah. Juga penghubungan yang jelas antara hamba dengan Tuhan, yang tulus dan suci.

♥ Ketujuh, Menginfakkan sebagian rezeki secara sembunyi atau terang-terangan.

♥ Kedelapan, menolak kejahatan dengan kebaikan dalam pergaulan sehari-hari. Dalam hal ini diperintahkan membalas kejelekan dengan kebaikan apabila tindakan ini memang dapat menolak kejahatan itu,bukan malah menjadikan yang bersangkutan semakin senang berbuat kejahatan.

Delapan syarat ini telah Allah jamin akan menghantarkan seseorang dapat berkumpul di surga 'Adn. Mereka mendapati tempat kesudahan yang baik.
Di samping masuk surga, mereka juga dimuliakan dengan bertemunya kembali dengan orang-orang yang mereka cintai.

Hal ini merupakan kelezatan lain yang mereka rasakan di dalam
surga. Semoga kita termasuk di dalamnya. 

♥ Aamiin Ya Robbal Allamiin ♥

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Rabu, 20 Maret 2013

Bidadari-bidadari ku akhirnya dikhitan

Siang sabtu itu awan begitu hitam pekat, beban terasa berat seakan-akan sudah tidak tertahan lagi dan akan muntah isinya. Hujan rintik-rintik pun mulai turun, tepat ba’da ashar kami pergi ke bidan untuk menunaikan sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ya mengkhitan anak perempuan, agar kelak jadi terhormat tidak binal dan susah terpuaskan sahwatnya. Sore itu kami berempat, anak yang pertama, ketiga, istri dan saya mengendarai motor berlambangkan sayap buatan tahun 2006 itu berangkat ke bidan desa yang jaraknya hanya sekitar 500 meter saja setelah hujan mereda.

Dulu teteh ketika mau dikhitan sama adiknya ifa, dia begitu ketakutan dan lari serta meronta tidak mau, akhirnya kami urungkan, hingga sore ini dia mau dirayu dan diajak ke bidan. Ibunya merayu kalau dikhitan itu tidak sakit hanya digores dengan jarum yang lembut. Dia akhirnya mau, dan dasar karena anaknya suka membanggakan apa yang dia lakukan dia bercerita ke teman-temannya kalau dia mau dikhitan. Sekitar jam 5 sore kami sampai di rumah bidan, si teteh begitu Pedenya minta dinaikkan ke Matras untuk dikhitan, dan setelah bidan Desy itu mengkhitannya suara tangis pun pecah. Dia menggerutu dan protes pada ibunya katanya “ kok keluar darah, sakit bu gak lembut, ibu bilang jarumnya lembut”.
Tidak lama kemudian si kecil Aira pun diperiksa dan disunat, si kecil pun menangis kini setelah ditimbang beratnya menurun mungkin akibat sakit dan dirawat sekitar seminggu yang lalu. Hujan lebat pun turun, padahal matahari masih menunjukkan keperkasaannya, dan dari hujan itu timbullah pelangi yang begitu jelas dan indah. Si teteh menyebutnya “ pelangit “, meski dikasih tahu yang benar pelangi tapi tetap saja dia menyebutnya begitu. Ya hari itu begitu indah dengan munculnya pelangi, dan hati ini pun merasa bahagia serta lega sunah itu sudah tertunaikan dan beban pun terasa sirna. Ya sunah khitan bagi perempuan yang sangat dianjurkan dan disunahkan baginda nabi SAW. Kami pun pulang menyusuri rintik-rintik hujan kecil yang tidak berselang lama kemudian hilang, meski mendung masih menyelimuti awan tapi mendung pada hati kami sudah berlalu. Bidadari-bidadari ku yang cantik kini telah dikhitan, Alhamdulillah Ya Allah.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Istri adalah Yang Lebih baik

Pagi ini saya berangkat agak terlambat 10 menit, biasanya jam 06.00 tapi karena nunggu istri bikin sarapan dan ngasuh si jecil sebentar jadi berangkat jam 06.10. Sebenarnya sarapan yg dimasak istri adalah jatah makan siang, untuk sarapan saya beli lagi nasi uduk plus teloer dadar seharga 5000 perak. Murah meriah dan juga nendang rasanya kata teman saya yg biasa makan dengan porsi besar.

Sesampainya tempat penitipan motor saya melihat bus jurusan tempat saya kerja sudah berangkat, dengan sekuat tenaga saya mengejarnya dan alhamdulillah bus dalam keadaan berhenti kalau saya tertinggal bus ini, saya harus menunggu setengah jam lagi. Ketika saya cek jam di hp menunjukkan jam 06.30 tepat. Dan kondisi bus sudah benar-benar penuh, hampir setiap hari saya berjibaku dengan bus dan penumpangnya yang menggantung seperti di transjakarta. Bedanya disini tanpa AC. Pagi itu ada yang beda mata ini terhipnotis dengan sosok wanita dibarisan paling belakang. Seolah-olah sulit dipalingkan pandangan ini, saya mengucapkan istigfar berkali-kali kemudian melintas dibenak saya istri dan anak-anaku yang cantik.
Dan saya pun teringat dengan perkataab teman saya kalau wanita cantik selain istri kita itu ibara ikan mas koi bisa dilihat tapi tidak bisa dipegang demikian artis seperti ikan hias kita hanya bisa mengagumi dari kejauhan sedangkan yang terbaik adalah ikan mujahir meski tidak seindah ikan mas koi dan ikan hias ia bisa kita sentuh dan bisa kita makan jika kita menginginkannya, itukah istri kita.

Mata terasa kantuk berat bus pun melaju dengan kecepatan lebih, mengantar kami sampai tujuan. Ah lebih baik ikan mujahir daripada ikan mas koi.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Kamis, 13 Desember 2012

Senja Kelabu

Sabtu kemarin tidak biasanya anakku yang paling kecil terlihat murung, dia padahal yang paling ceria. Ketika diajak canda hanya sesekali senyum renyahnya tersungging, aah ternyata matanya bengkak kemerahan. “ Astagfirullah kenapa ya sayang digigit nyamuk atau kenapa? “ hati kecilku bertanya-tanya iba. 


Akhir pekan di rumah biasanya begitu ramai dengan gelak tawa si kecil, dia paling senang diajak canda dan ciluk baa sama tetehnya. Ketika dicek lebih teliti pada sekitar matanya, ternyata matanya terkena iritasi ringan kemerahan, ada kotoran berwarna kuning yang sering menghalangi pandangannya. Tapi yang membuat saya kagum dia tidak rewel, beda dengan teteh-tetehnya dulu yang lebih rewel ketika panas atau terkena iritasi mata.


Saya mengingat-ingat si dede pernah dibawa jalan kemana saja, padahal sedari kemarin dia hanya dibawa ke tempat si bibi yang biasa ngasuh. Jarak pengasuh anak kami tidak terlalu jauh, tepat di depan komplek kami dan jalannya pun tidak berdebu. Oh ya istri mengingatkan, si dede mungkin terkena debu ketika kami mengantarkan adik ke calon istrinya pada saat akad nikah hari rabu kemarinnya. Langsung saja tanpa pikir panjang saya mengajak istri untuk berobat ke klinik atau bidan terdekat.


Sore itu kami langsung membawa si dede di bidan anak terdekat, biasa si tetehnya yang kedua merengek-rengek ingin di ajak juga. Dan lebih repot lagi kalau tetehnya yang pertama mau ikut juga, biasanya dia minta jajan yang macam-macam untungnya sedang di rumah neneknya di Cinangka. Kondisinya cukup mendung saya agak risih membawa dua anak kecil dengan motor lagi, tepat pukul 5 sore kami berangkat “ Bismillahi tawakaltu Alallah “ semoga Allah melindungi kami dari mara bahaya yang tidak diinginkan.


“ Semuanya sudah siap?” tanyaku. Si teteh kecil menjawab cadil , “siap ayah”. Ku tancap gas perlahan, melihat kondisi awan yang mendung bulu kuduk merinding seolah hujan lebat mau turun. Alhamdulillah 10 menit kemudian sampai di bidan Danik, kebetulan jaraknya sekitar 1 kilometeran. Di sana juga si dede dilahirkan, tepatnya malam hari jam 22.20 selasa malam. Di sana ada 2 orang anak yang menganteri juga, “ ya allah mudah-mudahan si dede tidak kenapa-napa “ doaku dalam hati.


Dua puluh menit kemudian giliran si dede dipanggil, bu bidannya pun merasa iba melihat dedeku yang cantik itu matanya kemerahan dan merintih kesakitan. Setelah diperiksa ternyata benar dia hanya terkena iritasi ringan dan diberi obat salep saja. 


Setelah selesai berobat dan hendak pulang hujan turun dengan lebat, sekitar setengah jam kami tertahan ‘ Allahuma Shoyiban nafian’ semoga hujan ini bermanfaat ya Allah. Dan kami pun pulang ketika adzan berkumandang, menyusuri jalanan yang basah. 


Sesampainya dirumah langsung kami obati si dede, dan selang 15 menit kemudian mata merah itu berangsur hilang. Senja kelabu pun sirna diterpa gelak tawa si kecil, dia paling senang dicanda oleh tetehnya.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 29 Mei 2012

Pilih Mana : Suara Hati apa Suara Burung ?



Bismillahirramaanirrahiim

Assalamualaikum, Wr. Wb

Hamdan Yuafi ni'amahu wa yukafiu majidah,  Ya Robbana Lakal Hamdu kama Yanbagi li jalali wal Ikram. Segala Pujian yang baik hanya MilikMu, Wahai Tuhan yang Maha Pemberi, berilah kami rasa kasih sayang yang tak berujung sebagaimana Engkau mengasihi makhlukMU yang tak lekang oleh ruang dan waktu. Kasih sayang yang membuat kami berlemah lembut pada saudara-saudara kami, jangan jadikan kami orang yang bringas, yang selalu mengedepankan permusuhan daripada persaudaraan. Naudzubillah. Selawat serta salam semoga tetap tercurah pada baginda Nabi yang mulia secara dhohir dan bathinnya, ialah teladan terindah yang selalu berlemah lembut pada para kekasihnya, ialah para keluarga yang mulia nan luhur dan para sahabatnya yang mencintai beliau tak lekang oleh ruang dan waktu. Waba'du.

Sobat, tak henti-hentinya kita berjibaku untuk mendulang pundi-pundi rupiah, semenjak terbitnya matahari hingga terbenamnya. Untuk apakah semua itu? Tentu untuk menunaikan ibadah yang mulia ialah memberikan nafkah bagi keluarga.Karena apa? Karena kita mengasihi dan mencintai keluarga kita bukan? Allah melalui Rasulnya yang mulia menyampaikan bahwa Ada satu dosa diantara dosa-dosa yang tidak bisa dihapus dengan sholat fardhu, ibadah haji dan umrah serta ibadah-ibadah yang lainnya, kecuali ia mengerahkan seluruh daya upayanya untuk memberikan nafkah keluarganya. Di sini ditekankan kita untuk berjibaku berjuang menaklukkan tantangan, bekerja keras agar kita bisa memenuhi keperluan keluarga kita. Sang fakir mencoba mensematkan sebuah inspirasi yang terpikir setelah shalat ashar tadi, yaitu Pilih mana : Suara hati atau suara Burung?. Semua ini berkaitan dengan kita sebagai pemimpin rumah tangga yang begitu banyak ujian baik dalam diri maupun dari luar. Kenapa sang fakir memilih judul seperti itu? Hakikatnya manusia mesti mempunyai nurani, nurani berarti hati kecil, hati kecil berarti akal sehat yang selalu di bimbing oleh Allah SWT, dalam sebuah penggalan sabda Nabi bahwa Wadah Allah di bumi adalah kalbunya anak adam. Hati seyogyanya pemimpin jiwa raga kita, tanpa hati yang sehat kita tidak bisa menentukan arah hidup kita terutama keluarga kita. Sebegitu besarkah ujian itu? Ya, sebagai kepala rumah tangga kita dituntut untuk bijak, tidak harus mementingkan ego kita, hawa nafsu kita dan segudang kemauan untuk memuaskan semua kehausan akan kesenangan pada diri kita. Kita menahkodai anak istri, harus menahan segala kehausan itu baik secara finansial maupun sahwat. Kebanyakan para lelaki yang merasa finansialnya mampu cenderung mengejar kesenangan yang sesaat yaitu sahwat. Ia rela meninggalkan daging segar yang halal dan berpaling pada daging busuk yang haram untuk dimakan. Naudzubillah. Banyak kicauan suara burung yang indah, tubuhnya yang penuh gairah merayu dengan nyanyiannya yang berdesir-desir mememkakan telinga menyeruak batas-batas relung jiwa.Hingga terhempaslah ia, terbujuk oleh kicauan burung itu hingga ia lupa akan suara hatinya, yang menitah sesuai arah peraduan tuannya.

Sobat, jangan sampai mahligai yang sudah kita bangun dari sepiring berdua, sekamar berdua, hingga kita kehadiran Qurrota 'ayun  yang cantik-cantik, yang ganteng-ganteng dan lucu-lucu ketika kita menimangnya semua itu sirna hancur tak berbekas karena kita lebih memilih suara burung daripada suara hati kita.Ingat! kebahagiaan dan kedamaian keluarga lebih berharga dari emas permata. Semua itu tidak bisa tergadaikan dengan kicauan merdunya suara burung, lemah gemulainya yang nakal. Semoga saya dan sobat sekalian diteguhkan kalbunya lebih memilih suara hatinya daripada hawa nafsunya, dan keluargaku serta keluarga kalian diberkahi dengan hari-hari indah. Amiin.


Wassalam


Sang Fakir

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Damai di keluarga lebih berharga dari emas permata


Bismillahirrahmaanirrahiim,

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahil ladzi Ahyana ba'da ma amatana wailahin nusyuur. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kematian kami.Engkau membimbing dan menjaga  kami dari kegelapan serta menghantarkan kami menuju kehidupan yang terang benderang. Wahai Zat Yang Maha Menghidupkan, hidupkan hati kami yang telah mati suri, yang buta dari melihat betapa Indahnya KeagunganMU dan betapa sempurnanya PenciptaanMU. CintaMU Mendamaikan kami, Menyirami kegersangan safana kehidupan mahligai keluarga kami. Berkahi keluarga kami seperti Engkau memberkahi keluarganya sang Nabi, yang mahligainya dipenuhi dengan hari-hari yang indah, meski ia hanya berselimutkan pelepah kurma dan beratapkan daunnya. Semoga selawat dan salam tetap tercurah pada Baginda Nabi dan keluarganya serta sahabatnya, Rodiyallahu anhum. Waba'du.

Sobat, pagi telah meniti sang fakir sedang menunggu datangnya calon keluarga baru sang baby, ia merupakan anugerah sekaligus amanah. Ia adalah Qurrota 'ayun ( perhiasan mata ) yang memperindah dan menyejukan pandangan mata. Sejatinya sang ayah yang ketika menimang anaknya, ia selalu berharap agar sang baby  kelak menjadi Rizalun sholih dan menjadi penegak panji-panji Allah dan Rasulullah SAW. Tiada yang lebih indah manakala berada di tengah-tengah keluarga yang harmonis.Damai menyeruak hati dan menerobos relung jiwa, bersemayam dalam kalbu yang kemudian timbulah rasa Syukur melebihi kebahagiaan seorang pengelana yang kehilangan kuda dan bekalnya kemudian ia kembali padanya. Tiada yang melebihi rasa kasih sayang yang diperoleh dari damainya keluarga. Keluarga yang dinaungi hidayah dan diberkahi hari-hari yang indah.

Hingga saat ini pun tak tergadaikan kebahagiaan itu, bak air yang sejuk turun dari langit menyirami raga yang haus akan kesejukan. Kedamaian ini melebihi dari keutamaan emas dan permata, meski harga senilai permata belum pernah singgah di keluarga kami. Apalah arti kilauan permata, manakala keluarga kita remuk redam, porak poranda diterjang gelombang cobaan kehidupan. Setiap titian merupakan ujian, dan ujian yang sebenarnya adalah ketika kita meniti mahligai rumah tangga. Karena disinilah kita diuji untuk menyamakan misi dan persepsi, dari dua insan yang berbeda perjalanan hidupnya. Dengan kesabaran dan pengertian jembatan menuju kebahagiaan mahligai telah terbangun. Wahai Zat Yang Maha Menentramkan dan Maha Menjaga, Jagalah dan Berkahilah mahligai kami hingga kami menuju RidhoMU yang Utama. Tiada suatu apapun yang lebih berharga dari RidhoMU pada kami. Semoga Keluarga Kami dan keluarga kalian selalu dalam lindungan HidayahNYA yang Indah dan menjadikan anak-anak dan istri kami Qurrota 'Ayun. Amiin.


Wassalam


Sang Fakir




Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Senin, 28 Mei 2012

Andai Lady Gaga Tidak Ada Di Dunia ini

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Wahai Zat yang Maha Tunggal, pujian tunggal dan tak terbatas hanya MilikMU, Engkau membimbing insan-insan yang buta akan KeMaha IndahanMU, dan nafs-nafs yang rapuh yang tidak sanggup menjangkau hakikatMU, Sokong lah kami, angkatlah kami ke tingkat makrifatMU, jangan Engkau Sungkurkan kami pada lembah jurang kehinaan. Wahai Zat Yang Maha Suci bersihkan nafs-nafs kami dari kotoran kemusyrikan dan hawa nafsu yang membelit bak kekang kuda yang menusuk hidung tanpa daya mengelak dari kekangan kehinaan itu. Muliakan kami seyogyanya kami adalah makhlukMU yang mulia, meski kami tercipta dari air yang hina, hina dari semburan air pergulatan nafsu yang memburu para bapak ibu kami.

Atas wasilah KekasihMU yang mulia, yang dengan kelembutannya kami terangkat dari lubang nista yang kelam. Semoga kesejahteraan selalu tetap tercurah pada baginda, ia lah seorang Rizal yang perkasa, ia berlemah lembut baik pada para keluarga, sahabat hingga yang memusuhinya sekalipun. Keluarganya terkasih, yang kemuliaannya tak bisa disandingkan meski dunia dan seisinya ini digadaikan hingga semua kemuliaan bermuara darinya. Serta para sahabat yang cintanya pada sang Nabi melebihi kecintaannya pada apa-apa yang pernah mereka miliki hingga akhir hayatnya. Waba'du.


Wahai sobat, Ya shohibi hendak kemana peraduanmu? Masih semangat kan mendulang
pundi-pundi penghidupan, meski ia jauh dan melelahkan? Sobat pada sore yang redup bak
temaram terhempas dinginnya angin malam menusuk sumsum  tulang belakang yang renta ini, sang fakir menoreh dan mengkorek- korek isi tengkorak yang pandir ini berusaha mencongkel satu guratan untuk mendedar sekelumit makna. Makna setetes dari deburan ombak yang menghempas karang-karang renta terjungkal tanpa asa yang tersisa. Hendak kemana hati ini meniti belum sampai pula pada secercah cahaya terang penghuni sukma peraduan jiwa. Sobat saat ini pergulatan panjang terus bergulir tanpa henti antara sang pemuja kebebasan nafs budak sang pembangkang abadi nan congkak meski pada Tuannya, dengan sang pengabdi kebenaran yang hakiki, yang mengesampingkan segala kebebasan dan kenikmatan sesaat demi mencapai kebebasan dan kenikmatan tanpa batas kelak. Adalah satu Icon  yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan layaknya kue putri ayu yang harum semerbak, tapi hangat dan keharuman itu sirna diterpa angin pengharapan. Harapan bahwa kebenaran dan kemuliaan akhlak agar tetap dipertahankan. Sang Icon ini dikenal santer menyuarakan kebebasan atas nama hak asasi manusia, ia mendukung dan melakukan Liwath ( Homoseks & Lesbian ),  dan kesetaraan gender yang berlebihan. Ia mengusung semua itu pada setiap tampilannya pada para little monsternya, yang kemudian dengan serta merta sang little monster itu mengikuti induknya ( meski tak berdampak langsung ). Ia histeris, menjerit dan meratapi ketika induknya batal kunjung pada mereka.

 Sang fakir mencoba menarik benang merah yang terburai dan cenderung absurbd itu dengan sedikit berkaca pada sisi akhlak. Akhlak erat kaitannya dengan agama, ia akan selalu melekat tak terpisahkan . Agama tanpa akhlak ia hampa, akhlak tanpa agama ia tak berasa, masam bahkan pahit tak terperi. Sang Rasul tercinta diutus ke muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Kita seyogyanya telah mulia karena akal sudah dibenamkan pada diri kita semenjak kita dikandungan, telah gamblang tuntunan yang Luhur yang bila disandingkan dengan semua literatur peradaban dari awal diciptakannya dunia ini hingga ia menjelang kehancurannya jelas tak akan sepadan. Andai Lady Gaga tidak ada di dunia ini. Ia hanyalah salah satu Icon yang berusaha mencoba mendobrak dan menjungkalkan nilai-nilai Islam yang agung. Sobat Gaga gig dibiayai sepenuhnya oleh gerakan rahasia di Inggris, yang berusaha untuk mengobrak abrik kantung-kantung kekuatan musuhnya yaitu islam. Ia bukanlah kelompok agama manapun, ia lebih cenderung pemuja kekuasaan dan kebebasan. Mereka takut akan bersinarnya para pengabdi Tuhan yang Agung, yang apabila sinar keagungan itu menyeruak dan menerjang kekelaman para budak disekitarnya. Mereka takut tidak bisa mendapatkan lagi pundi-undi Euro dan dollar dari para penguasa yang dikekangnya tak akan lagi tunduk patuh pada kemauannya. Inilah sobat yang sesungguhnya terjadi dan memang sedang terjadi. Jadi selayaknya lah dari agama manapun menolak paham yang binal dan merusak ini. Terpaan badai sejenis ini tiada henti-hentinya menggusur keabsahan ajaran yang sudah mulia dan lurus ini.

 Andai saja orang-orang seperti Lady Gaga dan yang di belakangnya tidak ada, maka anak-anak, adik-adik kita akan cenderung mengidolakan idola yang seharusnya diidolakan, ialah sang Nabi dan para sahabatnya. Sebenarnya peran orang tualah yang terpenting dalam hal ini, seyogyanya teladan dirumah itu yang benar-benar berperan membentuk karakter dan akhlak sang anak, sehingga terpaan badai sedahsyat apapun diluar kalau sudah benar-benar dibentengi dari dalam maka semua terpaan itu tidak akan berpengaruh besar.  Demikian sobat, sekilas renungan semoga keluargaku dan keluarga kalian senantiasa selalu dalam LindungaNYA., Amiin

Wassalam

Sang Fakir



Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 15 Mei 2012

Kekuatan Kata-kata

Bismillahirrahmaanirrahiiim,

Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji nan hidmat hanya milik Sang Maha Kuasa Yang Maha Kaya akan segala sesuatu, Ia lah pemberi kita hidup, mengijinkan kita menghirup udara kehidupan, merasakan cinta dan mereguk nikmatnya madu kehidupan. Salam dan kesejahteraan tiada akhir bagi sang penghubung dan sang muasal, ialah asal dari mula kehidupan nan indah ini, ialah saripati cinta. Hingga Ia Sang Maha Kuasa BerQudsi " lau laka ya Muhammad ma kholaqtu al aflaka  .", kalau bukan karena engkau wahai Muhammad tidak kan Ku Ciptakan kehidupan dan makhluk, serta para keluarga terbaik penghuni surgaNYA yang awal dan para karib kerabat yang mulia hingga umatnya terbaik sepanjang jaman.

Wahai sobat, masih kah engkau bertanya-tanya untuk apa kita dihadirkan di dunia ini? Inilah pertanyaan yang paling mendasar pada diri setiap makhluk. Kita adalah makhluk dari senoktah cairan yang hina hasil dari pergulatan nafsu yang memburu, yang dengan Rahmat dan Kasih SayangNYA maka ia terbentuk sosok yang mulia. Sosok yang kemudian pengabdi dan pecinta Yang Maha Mulia dan tidak sedikit yang lupa ingatan serta dengan angkuh menentang Penciptanya. Dalam kesempatan yang indah ini sang fakir akan mengguratkan sekelumit makna dari  " Kekuatan Kata-Kata ".  atau dalam bahasa Inggris Phrases Power. Kata dalam bahasa Arab berarti Kalimat, kalimat berasal dari kata Qolam atau kalam. Sobat sering mendengar Kalam Illahi, kalam Illahi berarti Firman Yang Penuh dengan Hikmah yang dalam, yang mengandung penuh Makna. Untuk mengurainya butuh segenap elemen ilmu baik dhohir maupun bathin.Sang fakir belum sanggup untuk mengurai Kalam Sang Maha Kuasa dalam blog kecil ini. Kondisi sang fakir yang benar-benar fakir dan miskin akan IlmuNYA.

Wahai sobat, masih penasaran atau sudah tahu jawabannya kenapa kita harus dihadirkan di dunia ini? Erat kaitannya dengan Kekuatan Kata-kata.  Sang Maha Kuasa Berkalam dalam hadits QudsiNYA yang artinya " “Dulu Aku adalah mutiara yang tersembunyi, lalu Aku ingin dikenal; maka Kuciptakan makhluk agar mereka mengenal-Ku”  Demikian dari KehendakNYA dan KuasaNYA ia menciptakan kita dengan satu kalimat " Kun Faya Kun " . Terjadilah maka terjadilah ia. Terciptalah segenap alam semesta beserta makhlukNYA yang lengkap, yang sempurna karena ia tercipta dari Kuasa Yang Maha Sempurna. Kita diberikan akal pikiran dan kebebasan untuk memilih serta mengendalikan diri kita. Dengan campur tanganNYA maka segala sesuatu itu menjadi mudah. Sebagai makhluk yang diberikan akal dan kebebasan untuk memilih, maka ketika kita berkata-kata harus pandai memilih dan memilah apa yang hendak kita keluarkan nanti.

Mungkin sobat pernah mendengar pepatah ringan yang berbunyi " Lihatlah Ceret, iakeluarkan apa yang terisi padanya". Ketika ia berisi kopi maka yang ia keluarkan adalah kopi tidak mungkin susu. juga sebaliknya. Mana kala ada seorang yang pandai menghujat dan mengeluarkan kata-kata yang tidak patut maka itulah isinya, seperti itulah wataknya. Sang Maha Pengasih tidak Rela hambaNYA mengeluarkan kata-kata yang tidak layak, bahkan kita dituntun untuk bersopan santun dan berakhlak  mulia. Sang fakir hanya ingin mengajak para sobat untuk mensugestikan kekuatan kata-kata positif pada diri kita,  karena masyarakat kita hancur karena tidak pandai memilah milih kata-kata, dari pihak pemerintah yang tidak pandai memadukan kata-kata untuk mengatur rakyatnya, sehingga banyak bertentangan dan tidak dipercaya oleh rakyatnya para suami yang tidak pandai mengutarakan kata-kata sehingga keluarganya tidak harmonis. Contoh yang paling indah adalah Sang Baginda Nabi ketika ia dihina dan dilempari kotoran oleh penduduk thaif apa yang terucap dari mulutnya yang mulia? Ya kemuliaan kata-kata ia membalas lemparan dan hinaan itu dengan kata yang indah " Wahai Tuhanku penduduk ini tidak tahu apa-apa, mereka mendustakan ku karena keawaman mereka, ampunilah mereka dan jadikanlah dari tulang sulbi ( keturunan ) mereka keturunan yang membela dan membesarkan agamaMU. Itulah kekuatan kata yang indah para keturunan penduduk itu semuanya penyebar dan pendukung yang kuat AgamaNYA. Andai keluarga kita menyadari betapa kuatnya pengaruh kata-kata maka mereka akan mengeluarkan kata-kata yang penuh sugesti positif. Seperti wahai istriku tercinta, wahai anakku yang soleh, wahai adikku tersayang, wahai bundaku terkasih aku mencintaimu dengan segenap rasa dan karsaku. Cintamu sepanjang jalan, doakan wahai bunda semoga anakmu yang bodoh dan hina ini menjadi anak yang berbakti dan berguna, wahai istriku tercinta yang tak pernah berhenti dan mengeluh mengurus anak-anak kita tercinta, maafkanlah suamimu ini yang belum bisa membahagiakanmu, membimbingmu dan menjadi imam mu yang sempurna, wahai anak-anak ku terkasih maafkan ayahmu yang belum bisa memberikan yang terbaik padamu. Semoga kalian jadi anak yang soleh dan solehah.

Semoga keluargaku dan keluarga kalian selalu dinaungi Cahaya Hidayah yang Indah dari Sang Maha Indah, penuh barakah dan kebahagiaan yang hakiki. Amiin Ya Robbal Alamiin.

Wassalam

Sang Fakir



Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Sabtu, 14 April 2012

Kiat EFEKTIF Membentuk KELUARGA SAKINAH


Kiat EFEKTIF Membentuk KELUARGA SAKINAH

PRAKATA

La haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil adzim, Asyhadu anla ilaa ha illallaah wa Asyhadu anna muhammadar rasulallah. Alhamdulillah atas segala nikmat dan cinta yang diberikan olehNYA pada kita dan keluarga tercinta, tak kan pernah tercapai suatu hajat tanpa rasa CintaNYA yang Maha Agung pada hamba-hambaNYA yang hina ini. Karena pada dasarnya kita adalah hina hingga Allah SWT memuliakan kita dengan cintanya, yang dengan cintaNYA itu terciptalah Mahligai-mahligai Indah dan seindah-indah tauladan mahligai cinta adalah baginda Nabi SAW, beliau adalah pangeran cinta yang sangat romantis yang membuat rumahnya bak istana penuh keindahan dengan rona-rona merah cinta. Ia bersama Khadijah dan Khumairoh menjadikan betapa merengkuh mahligai dan pelabuhan terakhir itu adalah yang terindah di atas keindahan lainnya.

Mari sobat fillah kita rengkuh mahligai indah yang telah Rasulallah SAW ajarkan pada umat terbaik sebelum kita, dan semoga cinta kita pada istri dan anak-anak kita tidak membuat lalai akan pengabdian dan cinta yang hakiki padaNYA.

  • Wahai istriku, janganlah engkau terlampau mencintaiku. Aku hanyalah sekadar mahluk yang tiada daya dan upaya. Aku tidak pernah bisa membelamu, kecuali kalau Allah mengaruniakan kekuatan kepadaku.
  • Aku tidak akan pernah mampu memberi nafkah kepadamu satu rupiah pun kecuali kalau Allah menitipkan rezeki kepadaku. Cintailah Allah Pemilik alam semesta ini.
  • Sekiranya Allah mencintaimu, maka niscaya Dia akan memelihara dirimu walaupun aku jauh darimu. Sekiranya Allah menyayangimu, maka Dia pasti membela dan mencukupimu walaupun aku tidak berdaya untuk membela dan mencukupimu.
  • Cintailah aku sekadar apa yang diperintahkan Allah kepadaku.
  • Wahai anak-anaku tercinta jadikan cintamu semangat ayahmu merengkuh cinta yang hakiki padaNYA.
  • Doakan ayahmu menjadi pemimpin yang amanah dan bertakwa pada Allah SWT semata.
·  Pilar PERTAMA
  • Mempersiapkan Diri
    • Berikhtiar mencari pasangan terbaik bagi kita dengan cara yang baik
    • Siapkan Akhlak dan Kepribadian menjadi DEWASA
    • SIAPKAN ILMU
      • ILMU AGAMA
        —pelajari rumah tangga Rasulullah saw
      • ILMU UMUM
        —ilmu kesehatan
        —ilmu merawat tubuh
        —cara memahami wanita(bagi pria)
        —cara memahami pria(bagi wanita)
    • Siapkan Keterampilan
      • Keterampilan Menata Rumah
      • Keterampilan mencari penghasilan tambahan
      • Memasak
      • Keterampilan menekan biaya hidup
    • Untuk yang SUDAH MENIKAH inilah saatnya MENATA ULANG dan BELAJAR MENJALANINYA
  • GAGAL merencanakan sama dengan merencanakan KEGAGALAN
  • Kuncinya adalah Allah
·  Pilar KEDUA
  • Menentukan Visi
    • Meneguhkan Keimanan
      • Allah Oriented
      • Tidak ada orang IKHLAS kecuali yakin pada Allah
      • Tidak ada orang yang SABAR kecuali kenal pada Allah
      • Tidak ada orang yang ZUHUD pada dunia kecuali yang tahu kekayaan Allah
      • Tidak ada orang yang TAWADHU kecuali yang tahu kehebatan Allah
    • Istiqamah Beramal Saleh
      • Menjadikan keluarga yang produktif dengan amal kebaikan
    • Saling Menasihati
      • Mengajak pada kebajikan
      • Tegur dalam kemungkaran
·  Pilar KETIGA
  • Membagi dan Bekerjasama
    • Suami
      • Peran Suami Dalam Keluarga
        • Sebagai Pemimpin
          • Mampu Menjaga Sikap dan tidak merendahkan anggota keluarga lain
        • Pelindung Keluarga
        • Mencari Rezeki yang halal untuk keluarga
        • Mendidik Keluarga
        • Dapat menggali potensi keluarga
      • Tanggung Jawab Suami pada istri
        • Membimbing istri untuk beribadah pada Allah
        • Menggauli istri dengan baik dan lemah lembut
        • Memenuhi kebutuhan biologis
          • "istri-istrimu adalah(seperti) tanah tempat kamu untuk bercocok tanam.."(Al Baqarah:223)
          • Tidak boleh menolak apabila salah satu menginginkan berhubungan intim
        • Menjaga kehormatan istri
          • Rasulullah saw pernah ditanya, "Apa hak istri kita yang wajib kita penuhi?" Rasulullah saw menjawab "kamu memberi makan kepadanya apabila kamu makan. kamu memberi pakaian kepadanya apabila kamu berpakaian. JANGAN kamu PUKUL wajahnya! JANGAN kamu CELA! dan jangan kamu pisah ranjang kecuali dalam rumah" (HR Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i)
        • Menghibur istri
        • Membantu Istri Menjalankan Tanggung jawab rumah tangganya
          • Aisyah ra pernah ditanya, "Apa yang dilakukan Rasulullah saw di rumah?" ia menjawab,"Beliau membantu pekerjaan rumah tangganya"(HR Bukhari)
        • Membantu istri berbakti pada Orangtuanya
      • yang HARUS dimiliki SUAMI
        • Pandangan jauh ke depan
        • Mengatur strategi
        • Pandai Berkomunikasi
        • Pandai memotivasi
        • Pemimpin Efektif
          • Mampu mengontrol rumah tangga saat istri tidak ada
    • Istri
      • Sabda Rasulullah,"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah WANITA SALEHAH"(HR Muslim)
      • Peran Istri dalam Keluarga
        • Menjadikan Rumah, surga bagi keluarga
        • Siap menjadi tempat CURHAT suami
        • Siap melahirkan Anak dan berdoa agar Anaknya menjadi anak SALEH
        • Siap untuk MENDIDIK ANAK
      • Tanggung Jawab Istri pada Suami
        • Taat pada Suami Kecuali pada kemaksiatan
        • Menjaga Kehormatan dirinya
        • Berhias untuk suami
        • Menjaga harta suami
          • Rasulullah bersabda "Apabila suami sedang pergi, maka ia(istri) bertanggung jawab untuk menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya"(HR Ahmad dan Nasa’i)
        • Menata rumah tangga
          • "Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya"(HR Bukhari dan Muslim)
        • Melahirkan dan merawat Anak
          • "Nikahilah wanita yang penuh rasa kasih sayang dan mempunyai potensi untuk melahirkan banyak anak. Sesungguhnya aku akan bangga dengan banyaknya umatku (di hari akhir kelak)" (HR Ahmad dan Nasa’i)
        • Menemani suami dalam bepergian, kecuali dalam kemaksiatan
        • Amanah
      • Istri Salehah adalah ISTRI yang SETIA
·  Pilar KEEMPAT
  • Mendidik Anak dengan Cinta
    • Mendidik dengan Keteladanan
    • Pendidikan yang harus diberikan
      • Pendidikan Akhlak
      • Pendidikan Jasmani membentuk badan yang sehat
      • Pendidikan Mental untuk membentuk pola pikir anak
      • Pendidikan sosial memupuk rasa persaudaraan
    • Pendidikan Agama yang perlu diperhatikan
      • Memantapkan Tauhid
      • Berbuat baik pada orangtua
      • Menanamkan Tanggung jawab
      • Membiasakan shalat
      • Amar Ma’ruf dan Nahyi Mungkar
      • Menanamkan kesabaran
    • Melatih Keterampilan Praktis
      • Keterampilan dalam rumah
        • Membersihkan rumah dsb
      • Keterampilan penggunaan sarana vital sehari-hari seperti telpon
      • Mengajarkan Kerapihan
      • Mengelola Uang berhemat, menabung, infaq dan shadaqah
·  Pilar KELIMA
  • Menangani KONFLIK
    • Siap dengan hal yang tidak kita duga
      • Belajar untuk lapang dada dan bersabar
    • Memperbanyak Pesan Diri
      • Memberitahukan kebiasan-kebiasan diri kita sehingga tidak terjadi salah paham
    • Tegakkan Aturan
      • aturan yang sesuai keinginan bersama dengan akhlakul karimah sehingga tidak ada yang sakit hati
·  Pilar KEENAM
  • Merawat Cinta Kasih
    • Berkomunikasi yang menyenangkan
      • Berani mengakui jasa dan kelebihan anggota keluarga lain
      • Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan anggota keluarga lain
      • Lihat kekurangan dan kesalahan diri
      • Lupakan jasa dan kebaikan diri
    • Langkah Praktis Memelihara Kasih sayang dalam Keluarga
      • Menerima apa adanya(karakter, fisik, Potensi)
      • Menyadari kewajiban dan menghormati hak
      • memelihara martabat dan kerahasiaan
      • mengendalikan rasa cemburu dan tidak membicarakan hal yang tidak disukainya
      • Berlapang dada, berjiwa besar, penuh maaf, doa dan berbaik sangka
      • Memanggil dengan nama yang disukai
      • Shalat berjamaah dan makan bersama
      • saling menghibur dan saling memberi hadiah sepulang bepergian atau pada hari istimewa seperti ulang tahun dsb
    • Kewajiban Orangtua terhadap Anak
      • Menyengaja dan berdoa pada Allah untuk mempunyai anak
      • Memohon, mendoakan dan menyiapkan diri
      • memberi nama yang baik dan mengandung doa
      • mendidik dengan penuh cinta
      • memberi makan-minum yang halal dan baik, serta makan bersama
      • membelai penuh kasih dan sayang, menghormati pendapatnya dan memuji prestasinya
      • Memberi contoh dan bertutur benar dan baik
      • Meneladankan adab dan akhlak yang mulia
      • Mencarikan lembaga pendidikan, teman dan lingkungan
      • Menjadikan diri sebagai guru dan pelindung baginya
      • Menyediakan waktu untuk bercengkerama
      • Mengajarkan Al-Quran dan ibadah
    • Kewajiban Anak terhadap Orangtua
      • Taat dan bersyukur
      • Hormat dan Bangga
      • Menjaga perkataan
      • Mendoakan dan menciumnya
      • Memelihara harta dan nama baiknya
      • Menghormati keluarga dan teman baiknya
      • Tidak mencampuri urusan, khususnya bila tidak diminta
      • Mendahulukan ibu, kemudian Ayah
      • Mengurus dan merawatnya ketika sakit dan tua
      • Bila wafat, mandikan, kafani, shalatkan, kuburkan dan doakan
      • Harta Waris adalah amanahnya
    • Demokratis terhadap Anak, tidak otoriter
·  Penutup
  • Mudah-mudahan Keluarga dan Rumah Tangga yang akan, sedang, dan sudah dibangun membawa kita pada keberkahan (Kebaikan secara tetap dan terus menerus) dari Allah SWT, Amin
Contoh bahtera hidup nan Indah ialah Rasulullah SAW, semoga bermanfaat wahai sobat sang fakir..

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner