Tampilkan postingan dengan label amal dan niat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amal dan niat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

Sabar dalam kehilangan lebih baik dari Sabar dalam kekurangan

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Alhamdulillahilladzi ala fi kulli hal, Asyhadu An lailaa haillallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar rasulullah, Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad wa ala ali Sayyidina Muhammadin Wa sohbihi ajmain. Wa ba'du.

Puji syukur atas segala kemudahan dan nikmat yang tak terhingga, mulai dari setiap helaan nafas hingga nikmatnya setetes iman yang menyejukkan relung jiwa bak embun pagi yang menyeruak dalam setiap nafas seluruh makhluk yang penuh harap akan kedamaian. Damai dengan penuh rasa cinta yang tak pernah lekang oleh waktu dan tak habis dikikis badai kehidupan, hingga badan kaku terbujur dan sangkakala didendangkan dan alam pun menunduk pasrah dilebur dari kehinaan menuju kemuliaan hakiki nan abadi.

Semua drama kehidupan ini akan mengerucut pada satu noktah yaitu penghambaan sejati. Titik puncak terpenuhinya tujuan sebagai makhluk yaitu Abdillah, tiada yang paling indah ketika seorang hamba mereguk manisnya Iman dan pertolongan dariNYA. Dan sebaik-baik hamba adalah Ibni Abdillah SAW, sampai-sampai Ayahanda Adam dan Ibunda Hawa pun berwasilah atas nama anaknya yang mulia itu. Ia lah pribadi yang luhur dan sebaik-baik cermin kehidupan seorang hamba. Selawat serta salam semoga tetap mengalir pada beliau sampai hari kiamat bahkan hingga di surgaNYA kelak, para keluarganya yang mulia, sahabatnya yang setia hingga umatnya di hari kemudian.

Di hari yang indah ini bertepatan hari isra’ Wal Mi’raj baginda Nabi SAW, yang sebagian orang menampik dan mereka menistakan hari paling agung dimana seorang hamba bertatap muka langsung dengan Tuhannya, sang fakir ingin berbagi satu kalimat Sabar dalam kehilangan lebih baik dan mulia daripada sabar dalam kekurangan atau ketiadaan . Dan satu kalimat itu pernah terucap dari semulia-mulianya bibir baginda Nabi SAW.

Betapa indahnya ajaran ini, ketika kita kehilangan yang dicintai atau miliki itulah bentuk pengewejantahan iman yang hakiki. Hilang berarti mengeluarkan, memberikan dan mengikhlaskan sesuatu yang berada pada genggaman kita yang sebagian besar orang tidak mudah melepaskannya dari genggaman tersebut. Pada hakikatnya apa-apa yang kita genggam sekarang mutlak milikNYA, kita tidak lain adalah perantaraNYA dalam mengejewantahkan IRADATNYA. Betapa mulianya hidup seseorang yang selalu terbuka tangannya, ia tidak pernah lama-lama memegang erat apa-apa yang digenggamnya, hingga Allah SWT memuliakan hambaNYA itu di dunia maupun di akhirat.

Sobatku Fillah rengkuhlah Ridho Tuhanku dan kalian dengan merenggangkan tangan kita ketika ada kelebihan rizki atau bahkan itu adalah suapan terakhir di mulut kita, manakala ada yang lebih membutuhkan dialah yang lebih berhak daripada kita. Itulah kenapa Allah SWT Merisalahkan pada utusannya yang mulia betapa tingginya derajat hamba yang rela ikhlas menolong hambaNYA yang lain.

Tidak sedikit saudara kita kehilangan yang sangat berharga bagi hidupnya, terutama titipan terindah yaitu anak. Ingat sobatku fillah bahwa apa-apa yang ada digenggaman dan samping kita adalah titipan dariNYA tidak terkecuali anak kita. Yakinlah bahwa ketika Allah SWT mengambilnya dari kita, di kemudian hari akan terganti dengan yang lebih baik apapun itu.

Sabar dalam keadaan lapar ( berpuasa ), karena ketiadaan dan tidak terpenuhinya hajat hidup adalah serendah-rendahnya sabar saudaraku. Sungguh malu ketika kita memelas pertolongan pada saudara kita, atau ketika kita menahan lapar karena memang sungguh benar-benar tiada. Memelas dan menjerit yang diperintahkan adalah padaNYA, karena Ia adalah sebaik-baik Pemenuh hajat setiap hambaNYA.

 Berjuanglah saudaraku rengkuhlah setiap nikmat yang berserakan di dunia ini, jangan berpangku tangan dan jangan terlalu berharap pada manusia. Manusia itu fana tidak bisa dijadikan tempat bergantung, seperkasa apapun dia maka akan terbujur kaku tidak berdaya. Berjuanglah sekeras mungkin tepis setiap bisikan negatif dan luluh lantakkan setiap aral yang merintang itulah jalan terbaik buat kita.

Hindari setiap prasangka buruk padaNYA, karena Allah berdasarkan prasangka hambaNYA. Manakala kita berprasangka jikalau kita tidak bisa keluar dari himpitan hidup yang begitu menyiksa maka kita tidak akan pernah keluar. Dan dawamkan ( Pancangkan ) pada hati kita bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuk kita, keluarga kita dan orang yang kita cintai. Dengan demikian sampailah pada kecintaan hakiki seorang hamba pada tuhanNYA, Allah SWT akan memberikan hambaNYA pertolongan dari arah dan waktu yang tidak terduga.

Dengan bergantung padaNYA niscaya setiap hajat akan terpenuhi tanpa kita harus bersusah payah memelas dan merasa kekurangan pada makhluk yang sejatinya fana. Setiap pengorbanan yang kita berikan demi meraih hajat dan ridho dari Allah SWT itu adalah sabar dalam kehilangan yang mulia, sedangkan mereka yang merasa kekurangan, lapar dan kesulitan karena himpitan hidup kemudian bergantung pada makhluk itu adalah serendah-rendahya seorang hamba dalam bersabar.

Semoga diriku dan kalian sobat fillah selalu diberikan kekuatan dalam merengkuh setiap aral yang melintang, dan semoga tetap bersabar dalam setiap kehilangan apa-apa yang kita cintai dan berada dalam genggaman kita. Dan ketika kita merasa butuh dan kekuarangan semoga Allah SWT memberikan kita hidayah dan kekuatan untuk berjuang dan hanya bergantung padaNYA semata bukan pada makhlukNYA yang fana.

Semoga hariku dan hari kalian dalam kondisi terbaik dan selalu dalam naungan HidayahNYA.. Amiin ya robbal alamiin.


Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Rabu, 29 Mei 2013

MUI Jamin Sertifikasi Halal bukan untuk Komersil




Assalamualaikum, Wr. Wb

Bagaimana kabar sobat sang fakir hari ini ? Semoga semua dalam Lindungan Allah SWT, dan diberikan kesehatan dan nikmat yang tak terduga. Penulis tidak bosan-bosan sampaikan selawat serta salam ke baginda Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga sahabat hingga umatnya diakhir jaman kelak. 

Seiring perubahan jaman peranan ulama semakin urgent ditengah-tengah dinamika masyarakat saat ini, baik secara akidah, maupun muamalah. Dan yang nyata-nyata terlihat secara kasat mata adalah bab muamalat, terutama masalah perdagangan makanan dan minuman yang juga masuk ranah Akidah. Di negara kita yang mayoritas muslim ini, validitas tentang semua kegiatan umatnya sangat penting, dan yang sangat menunjang berperan secara hukum adalah para Ulama ( Ahli ilmu syariat islam ) yang jelas-jelas tahu tentang syariat. Tanpa peranan para beliau umat akan terseret pada lembah dosa yang dalam nan curam.

Ditengah maraknya arus globalisasi terutama serbuan budaya asing, banyak jenis obat dan makanan yang harus benar-benar diseleksi secara ketat agar sesuai syariatNYA dan aman dikonsumsi umat muslim, oleh karena itu MUI berwenang mengeluarkan sertifikasi halal, tapi sertifikasi itu bukan hanya semata-mata untuk kepentingan Bisnis saja.

Seperti yang diberitakan jpnn.com 29/05/2013, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lukmanul Hakim, menyatakan bahwa sertifikasi halal yang selama ini diproses MUI merupakan bentuk pelayanan dan perlindungan terhadap konsumen. Ia justru menjamin tidak ada komersialisasi dalam proses sertifikasi halal.

"Proses hingga keluarnya sertifikat halal bagi sebuah produk oleh LPPOM MUI adalah pelayanan dan perlindungan terhadap konsumen. Bukan kegiatan bisnis sebagaimana yang dituduhkan pihak-pihak tertentu selama ini," kata Lukman di gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa (28/5).

Dikatakannya, awalnya keterlibatan MUI dalam proses labelisasi produk halal bukan atas kehendak lembaga yang menaungi ormas-ormas Islam di tanah air itu. Lukmanul menjelaskan, masuknya MUI dalam sertifikasi halal merupakan respon atas isu lemak babi  pada salah satu pelezat makanan yang merebak 24 tahun silam.

"Ketika itu, Presiden Soeharto mengutus Tarmizi Taher (Menteri Agama) ke MUI dan meminta MUI menjelaskan masalah lemak babi kepada masyarakat yang ditemukan di salah satu melezat makanan. Upaya tersebut dilakukan Soeharto karena keterangan pemerintah tidak lagi dipercaya oleh masyarakat," ungkap Lukman. 

Ternyata, tugas itu berlanjut sampai sekarang. Dalam praktiknya, lanjut Lukman, MUI tidak pernah menentukan tarif. Sebab, beban ke pemohon sertifikat halal adalah biaya uji produk dan sidang-sidang yang harus dilakukan oleh MUI.

Menurut Lukman, hal itu tentu berbeda dengan sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga atau istitusi sertifikasi mutu yang jelas-jelas memasang tarif untuk proses pengujian hingga keluarnya satu sertifikat tertentu. "Dalam hitungan MUI, tidak sampai satu persen dari biaya produksi yang harus dikeluarkan produsen untuk menguji hingga memperoleh sertifikat halal," tegasnya.

Terkait pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Jaminan Produk Halal yang bakal memunculkan  badan atau lembaga pemberi sertifikat halal, Lukman Hakim berharap agar nantinya institusi itu berada langsung di bawah presiden. 

"Sertifkasi yang akan dikeluarkan oleh lembaga atau badan tersebut hendaknya berlaku secara internasional. Kalau badan atau lembaga tersebut di bawah kementerian, akan sulit untuk melakukan koordinasi nantinya dengan pihak-pihak tertentu," tegasnya.

Meski demikian Lukman tetap mengapresiasi sikap DPR yang menempatkan MUI sebagai satu-satunya institusi yang mengeluarkan sertifikasi auditor halal. "Artinya para ulama yang ada di MUI yang berasal dari 60 Ormas Islam di Indonesia secara langsung mengawas proses yang terjadi," katanya


Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 14 Mei 2013

Jangan Mudah Mengatakan KAFIR pada saudara Muslim kita

Assalamualaikum Wr. Wb.


Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammadin wa ala alii sayyidina Muhammad, Kama Shollaita Ala Sayyidina Ibrohim wa ala alii sayyidina Ibrohim, Wa barik ala Sayyidina Muhammad wa ala alii sayyidina Muhammad Fi alamina innaka hamidun majiid. Wa ba'du.

Semoga selamat dan kesejahteraan selalu menyertai saudaraku sekalian sobat sang fakir, juga hidayah dan hari-hari Indah selalu menaungi anda semua. Kali ini saya ingin menuliskan tentang hasil pengajian pada hari minggu 12 Mei 2013 kemarin, ya kajian mingguan yang rutin diadakan di musholla kami.

Mungkin saudara pernah mendengar ada sebagian saudara kita yang begitu mudahnya mengatakan KAFIR pada saudara semuslim lainnya. Ini ada contoh kasus yang mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua. Pada saat Ustadz saya mengadakan pengajian Ibu-ibu di sebuah komplek di Kota serang, beliau ditanya oleh seorang Ibu yang pertanyaanya adalah berikut ini "

Ibu pengajian : "Pak Ustad katanya mereka yang tidak memakai Jilbab itu meninggalnya tidak usah dishalatkan karena sudah terkena Hukum KAFIR baginya, bagaimana itu ?".

Pak Ustadz : " Sekarang saya balik tanya ke ibu, berarti mereka yang tidak memakai jilbab itu otomatis bercerai dengan suaminya, dan pernikahannya batal demi hukum, terus ketika mereka melakukan hubungan intim berarti mereka selama ini berjinah "

Mendengar jawaban pak ustadz itu si ibu terperangah dan dia menjadi kebingungan, dia hanya mengangguk-anggukan kepala tanda dia merasa ada yang salah.

Pak Ustadz : " Ibu baca dari buku atau dari orang ? Meski mereka jelas-jelas melanggar satu ayat Allah tetapi mereka masih muslim dan belum menyatakan secara terang-terangan bahwa dirinya keluar dari Islam atau murtad maka mereka tetap saudara Muslim kita. Mereka hanya terkena hukum melakukan Dosa besar, yang ketika mereka bertobat mereka tobatnya diterima bukan KAFIR. Kalau demikian semua yang berkaitan hukum islam baginya tidak berlaku, mau hukum waris, pernikahan, persaksian dan smuanya yang berkaitan dengan syariat Islam tidak berlaku padanya. Jadi mohon berhati-hati dalam mengatakan KAFIR pada saudara kita, karena akibatnya fatal bagi saudara kita tersebut.  Wallahu alam bishawab.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 19 Maret 2013

Jangan Anggap Enteng Shalat

Alhamdulillahi Robbil alamin, wa bihi nasta’inu ala umurid dunya waddin. Segala puja dan puji adalah milik Allah Tuhan yang memelihara semesta Alam. Setiap scenario, ketentuan, dan janjiNYA adalah Pasti dan tidak mungkin disangkal dengan cara dan sehebat logika apapun. Selawat serta salam semoga tetap tercurah pada keharibaan baginda Nabi Muhammad SAW, ialah Raja yang paling bersahaja dan paling baik kepemimpinannya membawa dan mengentaskan umat ini dari lembah kehinaan menuju kemuliaan yang hakiki dunia akhirat, kesejahteraan bagi para sahabat, dan keluarganya yang mulia serta umatnya hingga akhir jaman.
Criters Rasulullah pernah bersabda yang artinya “ Pembeda antara orang kafir dan beriman adalah Shalat “. Shalat adalah amalan pondasi dan yang paling utama, ia adalah pijakan segala amal. Jadi apabila baik shalatnya maka baik pula seluruh amal seseorang, dan apabila buruk shalatnya maka semua amalnya tidak akan memberikannya manfaat apapun. Shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab setelah hari kebangkitan kelak.
Tadi pagi saya bertanya pada teman kerja “ kamu berangkat ke pabrik jam berapa ?, “ jam 04.30 tepat” jawabnya lantang, terus saya lanjutkan dengan pertanyaan “ terus kamu shalat dimana ?”, “ ya sebelum berangkat saya shalat dulu “. Saya agak kaget mendengarnya “ lhoo kok bisa? Itu belum masuk waktu shalat subuh, karena shalat subuh masuk waktu tepat jam 04.46 , berarti shalat kamu batal dan harus diulang atau diQadha ( diganti )”. “ ya gak papalah, yang penting sudah shalat” jawabnya enteng.
Itu adalah kekeliruan besar, dan yang lebih parah lagi banyak yang meninggalkan shalat dengan entengnya mereka lebih mementingkan pekerjaannya daripada mengerjakan shalat yang menghabiskan waktunya tidak lebih dari 5 menit saja. Sobat criters sebelum kita beramal kita harus tahu dulu ilmunya, sehingga amal yang kita kerjakan sempurna sesuai Syariat yang diajarkan Rasulullah SAW. Jelaslah setiap amalan tanpa ilmu akan tertolak dan jelas pula batil ( batalnya ), dan setiap yang batil maka neraka tempatnya. Ketika belajar pun harus pada guru yang tepat, guru yang mafhum pada setiap keilmuan yang diajarkan sang Nabi SAW, yang sanad ( silsilah ) keilmuannya bersambung kepada baginda Nabi.
Demikian sobat criters fillah, jangan sekalipun meninggalkan shalat terutama yang fardu 5 waktu, seandainya anda lalai atau terlewat maka wajib Qadha ( menggantinya ) pada hari yang lain. Jangan mendengarkan orang yang mengatakan “ tidak ada Qadha dalam shalat “, karena itu memakai hadits Aisyah yang “ khusus bagi wanita Haid “, jadi asbabul wurud ( asal muasal turunnya hadits ) nya adalah untuk wanita yang dalam keadaan menstruasi atau datang bulan. Wallahu ‘alam bi murodih.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Kamis, 13 Desember 2012

Kebaikan dan Keburukan Seorang Hamba di Hadapan Tuhannya


Assalamualaikum Wr. Wb

Bismillahirrahmanirrahiihm,

Alhamdulillahi Robbil Alamiin, wa bihi nasta'inu Ala umurid dunya wad Din, Amma ba'du. How are you brothers and sisters? May Allah Bless you all, Amiin. Kita bagaikan rantai yang kokoh tidak boleh dan memang seharusnya tidak bisa terlepas, selagi akidah dan iman kita sama. Landasan itu tidak bisa dianggap remeh dan tidak bisa dianggap main-main. Aqidah ibaratnya wadah atau pondasi, kalau wadah itu bocor atau pecah maka tidak akan bisa menampung sesuatu atau jika pondasinya keropos maka bangunannya akan runtuh ambruk tak berbekas.

Sobat, saya juga masih ingin belajar banyak tentang akidah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan ini. Betapa banyak cobaan dan godaan yang menerpa hidup kita, bagai badai dan topan tak henti-hentinya menerjang bahtera. Jika bahtera itu rapuh sirnalah ia beserta isinya, lain halnya dengan bahtera Nabi Nuh AS yang begitu kokoh karena arsiteknya mendapatkan bimbingan dari Sang Maha Mengetahui. Bahtera itu kokoh tidak retak sedikitpun meski diterjang badai yang maha dahsyat di kala itu. Tapi ingat sobat seberat apapun hal ihwal yang menimpa diri kita dan keluarga kita jangan sampai berburuk sangka pada Allah SWT, kita harus tetap berhusnudzon padaNYA karena Ia yang Maha Mengetahui tentang diri kita.

Saya hendak mengutip sebuah hadits dari kitab Muhtar Ahadits No 59 yang artinya : Ketika Allah Menghendaki kebaikan pada seorang hamba, Maka Allah akan menyegerakan hisab/siksaNYA di dunia, tetapi kalau Allah Menghendaki keburukan padanya maka Allah akan menunda siksaNYA hingga hari kiamat.

Arti dari hadits di atas tersebut merupakan hasil dari kajian bersama ustadz saya setiap malam sabtu. Jadi kalau kita sering mendapati ujian bisa ringan, menengah, berat bahkan super berat itu adalah bentuk Kasih sayang Allah pada kita. Allah sedang menguji kita sejauh mana tingkat keimanan, ketaatan dan tentunya kesetiaan dan rasa cinta kita pada Allah SWT.Dan yang jelas Allah SWT tidak akan menguji hambaNYA melampaui batas kemampuannya.

Jadi kalau kita mendapat banyak cobaan baik berupa bala ( hal yang tidak menyenangkan ) kita harus tetap tabah ( Tawakkal ) dan berbaik sangka padaNYA kalau cobaan itu berupa hal yang memberatkan bisa jadi itu adalah hisab atau balasan terhadap amal perbuatan yang telah kita lakukan. Dan itu adalah bukit kalau Allah SWT Menghendaki kebaikan pada diri kita.

Dan jika kita lebih banyak mendapat fadhal, nikmat Allah yang berupa kesenangan kita harus bersyukur juga harus waspada dan ingat pada  nikmat Allah itu. Kita meminta padaNYA dengan nikmat itu sebagai sarana ibadah padaNYA bukan jalan atau cara Allah untuk Menghendaki keburukan pada diri kita.

Demikian sobat fakir semoga Allah SWT selalu memberikan HidayahNYA pada diri kita, keluarga dan orang yang kita kasihi. Semoga Allah memanjangkan umur kita dan kita bisa bersua di bahasan selanjutnya.

Wassalamualaikum.


Sang Fakir

Note : referensi kitab Muhtar Ahadits no. 59 dan Kajian Rutin Majelis Al-Bayan Ustadz Fatoni, Serang-Banten

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 02 Oktober 2012

Bangkitlah Untuk Menang

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Alhamdulillah wa syukurillah ala fi ni'matillah , Allahummaj'alna lish sholihin. Engkau Maha Pemberi Karunia dan Keutamaan pada diri setiap Mahkluk tanpa cacat. HadirMU telah memudarkan setiap keluh kesah dan KeperkasaanMU telah Menyingkirkan para pecundang yang enggan meniti serta menyambut setiap seruanMU. Curahkanlah selawat serta salam teratas baginda Nabi SAW, para keluarga serta sahabatnya yang mulia hingga hari kiamat kelak.

Ketika kita terjatuh serta tersungkur pada titik nadir, maka banyak yang pasrah menyerah, bagi mereka dunia seakan telah kiamat. Tidak baik jika kita menutup-nutupi kelemahan dan kegagalan dengan banyak alasan. Terimalah, dan hadapilah kegagalan itu sebagai pengalaman dan pelajaran berharga, agar bisa jadi pedoman dan tuntunan untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan yang lebih berarti di kemudian hari.

Dear my friends,

Kita tahu bahwa dunia ini selalu berputar. Adakalanya manusia ada di bawah, atau sebaliknya ada di atas. 
Ada banyak orang bertanya - tanya, bagaimana dengan kenyataan yang sering kita lihat begitu banyak orang-orang yang selalu di bawah?

Bukankah mereka juga tinggal di bumi yang sama dengan orang-orang yang mampu dan kuat berada di atas? Sering kita lihat orang-orang yang sudah di atas malah semakin ke atas.

Temanku, pandangan itu semua hanyalah ironi. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada mereka yang sudah ada di atas. Kebanyakan di antara kita melihat mereka yang di atas selalu dari 'materi' atau jabatan. Namun percayalah, setiap orang mengalami pasang surut. Belajarlah dari orang-orang yang sudah ada di atas, dan orang-orang yang berada di bawah. Jangan hanya melihat ke atas.  Banyak pelajaran yang bisa diambil dari keduanya, yang bisa engkau jadikan bekal tuk menjadi pribadi yang luhur bijaksana, sukses lahir dan batin.

Temanku, seseorang tergantung pada cara pandangnya. Bilamana cara orang yang pandangannya luhur dan perilakunya bijak. Maka cara pandangnya pun luhur dan bijaksana, begitupun sebaliknya.


Pepatah mengatakan:

"Kebesaran seseorang tidak terlihat ketika dia berdiri dan memberi perintah. Kebesaran seseorang akan terlihat ketika dia berdiri sama tinggi dengan orang lain, dan membantu orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka untuk mencapai sukses" - Prof.G. Arthur Keough


Janganlah suka cari alasan untuk menutupi kegagalan. Sebaliknya, carilah terus 'cara' untuk menggapai keberhasilan. Jadilah pembelajar yang sejati. Pembelajar sejatinya akan terus belajar dan bangkit serta tidak mau dipusingkan oleh kegagalan di masa lalunya. Dia akan terus berusaha tidak terjebak dan terpuruk dalam kondisi yang sama. Bangkit dan terus bangkit menatap hari esok yang lebih baik.


Salam hangat kawan!!!

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Rabu, 16 Mei 2012

Set Up Hidupmu

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Alhamdulillahi robbil 'alamiin. Puji Syukur pada Allah Pengatur semesta alam. Ia Maha Mengatur, segala sesuatu di alam semesta ini teratur menurut AturanNYA, tak seper trilion mili mikron pun kedudukan poros Matahari, planet serta seluruh galaksi  bergeser. Dengan Kemaha kuasaanNYA keteraturan itu akan tetap kokoh hingga akhir jaman kelak. Kesejahteraan dan segala salam akan tetap tercurah pada junjungan penghulu seluruh makhluk semesta alam yang syafaatnya sangat dirindukan kelak di hari akhir, para keluarganya yang selalu dalam keluhuran dan para sahabatnya yang setia dan mulia hingga umatnya terbaik, wa ba'du.

Sobat, masih mau bersambung benang silaturahmi dengan sang fakir? Apakah sobat masih dirundung kesedihan, kegalauan, kegundah gulanaan, masih sakit tidur di ranjang sambil pegang gadget atau notebook? semoga Allah SWT meringankan dan mempermudah beban hidup kalian yang gundah dan galau menjadi senang dan tanpa beban yang sakit disembuhkan dari sakitnya, Amiin. Seperti yang sang fakir pernah coretkan di Hidup adalah gerak, adalah hidup itu merupakan dinamis maka sang fakir mencoba menguraikan benang merah itu dengan sesuai judul Set Up hidupmu. Sang fakir pernah mendengar dari guru sang fakir " Perbaiki niat ! ", niat itu apa sih? Para sobat mesti sudah tidak asing lagi dengan kata niat. Baginda pun bersabda " Inna a'malu bin niyat ", yang artinya segala amal itu tergantung niatnya. Jangan salah niat, ketika kita salah niat dalam suatu amal maka nilai dari amal itu akan sirna. Ketika awal niat kita baik tapi karena suatu hal berubah niat kita sehingga arah tujuan kita pun berubah.Dan, melenceng jauh dari tujuan semula. Niat adalah nahkoda ibarat dalam suatu kapal dalam samudera kehidupan, jadi sang nahkoda harus menetapkan ke arah mana yang akan ia tuju. Ketika kita sudah men set up ( me niatkan ) sesuatu yang baik dan sesuatu itu sesuai ajaran Allah dan Rasulnya maka set up ( niat ) itu sudah benar, tinggal kita pancangkan set up ( niat ) kita itu denga sebaik-baiknya. Jangan sampai keluar jalur awal yang benar.

Di kehidupan masyarakat kita dewasa ini banyak yang salah set up, bahkan mereka tidak men set up hidup mereka, jadi hidup tanpa arah yang jelas. Ada yang gagal set up awal, ada yang berhenti di tengah jalan dan sirna di akhir kehidupan, Naudzu billah. Ketika kita hendak merubah hidup kita ke arah yang lebih baik maka kita telah men set up ulang ( memperbaiki niat ) hidup kita, maka muncul istilah perbaiki niat. Setelah kita jalani dan merotasi kehidupan ini mesti banyak ujian dan aral yang melintang, roda pun bisa oleng, gear pun bisa aus yang menyebabkan perjalanan kita keluar dari trek. Itulah yang berbahaya, kalau roda kita oleng kemungkinan menabrak tembok pagar atau pengendara lain sangatlah besar. Jadi selalu perbaiki komponen niat kita agar selalu kokoh hingga sampai tujuan. Kita harus fokus dan jangan sampai terganggu oleh getaran-getaran yang menerpa roda niat kita, ketika kita sedang alpa dan lalai dari tujuan semula maka segeralah awwabin  ( kembali ) pada jalur yang benar, sesuai dengan tuntunan Sang Pemilik Hidup. Kalau kita tidak mampu membenarkan oleng tadi maka kita harus datang pada ahlinya, pada rumput yang bergoyang ( Para Ulama ) yang ahli dan dekat denganNYA.

Demikian sekelumit pencarian makna sang fakir, apabila kekurangan yang di dapat dari coretan ini maka itulah yang datang dari sang fakir. Semoga sobat selalu dalam niat yang lurus dan di bawah naungan Hidayah nan indah Dia SWT.

Wassalam


Sang fakir

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner