Tampilkan postingan dengan label Curahan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Mei 2013

Jangan Mudah Mengatakan KAFIR pada saudara Muslim kita

Assalamualaikum Wr. Wb.


Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammadin wa ala alii sayyidina Muhammad, Kama Shollaita Ala Sayyidina Ibrohim wa ala alii sayyidina Ibrohim, Wa barik ala Sayyidina Muhammad wa ala alii sayyidina Muhammad Fi alamina innaka hamidun majiid. Wa ba'du.

Semoga selamat dan kesejahteraan selalu menyertai saudaraku sekalian sobat sang fakir, juga hidayah dan hari-hari Indah selalu menaungi anda semua. Kali ini saya ingin menuliskan tentang hasil pengajian pada hari minggu 12 Mei 2013 kemarin, ya kajian mingguan yang rutin diadakan di musholla kami.

Mungkin saudara pernah mendengar ada sebagian saudara kita yang begitu mudahnya mengatakan KAFIR pada saudara semuslim lainnya. Ini ada contoh kasus yang mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua. Pada saat Ustadz saya mengadakan pengajian Ibu-ibu di sebuah komplek di Kota serang, beliau ditanya oleh seorang Ibu yang pertanyaanya adalah berikut ini "

Ibu pengajian : "Pak Ustad katanya mereka yang tidak memakai Jilbab itu meninggalnya tidak usah dishalatkan karena sudah terkena Hukum KAFIR baginya, bagaimana itu ?".

Pak Ustadz : " Sekarang saya balik tanya ke ibu, berarti mereka yang tidak memakai jilbab itu otomatis bercerai dengan suaminya, dan pernikahannya batal demi hukum, terus ketika mereka melakukan hubungan intim berarti mereka selama ini berjinah "

Mendengar jawaban pak ustadz itu si ibu terperangah dan dia menjadi kebingungan, dia hanya mengangguk-anggukan kepala tanda dia merasa ada yang salah.

Pak Ustadz : " Ibu baca dari buku atau dari orang ? Meski mereka jelas-jelas melanggar satu ayat Allah tetapi mereka masih muslim dan belum menyatakan secara terang-terangan bahwa dirinya keluar dari Islam atau murtad maka mereka tetap saudara Muslim kita. Mereka hanya terkena hukum melakukan Dosa besar, yang ketika mereka bertobat mereka tobatnya diterima bukan KAFIR. Kalau demikian semua yang berkaitan hukum islam baginya tidak berlaku, mau hukum waris, pernikahan, persaksian dan smuanya yang berkaitan dengan syariat Islam tidak berlaku padanya. Jadi mohon berhati-hati dalam mengatakan KAFIR pada saudara kita, karena akibatnya fatal bagi saudara kita tersebut.  Wallahu alam bishawab.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Rabu, 20 Maret 2013

Bidadari-bidadari ku akhirnya dikhitan

Siang sabtu itu awan begitu hitam pekat, beban terasa berat seakan-akan sudah tidak tertahan lagi dan akan muntah isinya. Hujan rintik-rintik pun mulai turun, tepat ba’da ashar kami pergi ke bidan untuk menunaikan sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ya mengkhitan anak perempuan, agar kelak jadi terhormat tidak binal dan susah terpuaskan sahwatnya. Sore itu kami berempat, anak yang pertama, ketiga, istri dan saya mengendarai motor berlambangkan sayap buatan tahun 2006 itu berangkat ke bidan desa yang jaraknya hanya sekitar 500 meter saja setelah hujan mereda.

Dulu teteh ketika mau dikhitan sama adiknya ifa, dia begitu ketakutan dan lari serta meronta tidak mau, akhirnya kami urungkan, hingga sore ini dia mau dirayu dan diajak ke bidan. Ibunya merayu kalau dikhitan itu tidak sakit hanya digores dengan jarum yang lembut. Dia akhirnya mau, dan dasar karena anaknya suka membanggakan apa yang dia lakukan dia bercerita ke teman-temannya kalau dia mau dikhitan. Sekitar jam 5 sore kami sampai di rumah bidan, si teteh begitu Pedenya minta dinaikkan ke Matras untuk dikhitan, dan setelah bidan Desy itu mengkhitannya suara tangis pun pecah. Dia menggerutu dan protes pada ibunya katanya “ kok keluar darah, sakit bu gak lembut, ibu bilang jarumnya lembut”.
Tidak lama kemudian si kecil Aira pun diperiksa dan disunat, si kecil pun menangis kini setelah ditimbang beratnya menurun mungkin akibat sakit dan dirawat sekitar seminggu yang lalu. Hujan lebat pun turun, padahal matahari masih menunjukkan keperkasaannya, dan dari hujan itu timbullah pelangi yang begitu jelas dan indah. Si teteh menyebutnya “ pelangit “, meski dikasih tahu yang benar pelangi tapi tetap saja dia menyebutnya begitu. Ya hari itu begitu indah dengan munculnya pelangi, dan hati ini pun merasa bahagia serta lega sunah itu sudah tertunaikan dan beban pun terasa sirna. Ya sunah khitan bagi perempuan yang sangat dianjurkan dan disunahkan baginda nabi SAW. Kami pun pulang menyusuri rintik-rintik hujan kecil yang tidak berselang lama kemudian hilang, meski mendung masih menyelimuti awan tapi mendung pada hati kami sudah berlalu. Bidadari-bidadari ku yang cantik kini telah dikhitan, Alhamdulillah Ya Allah.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 19 Maret 2013

Tergila-gila pada Seorang Gadis

Assalamualaikum sobat sang fakir, bagaimana anda baik-baik saja? Semoga Allah SWT selalu memberikan hidayah bagi anda semua dan selalu dalam LindunganNYA. Amiin. 
Sobat anda pernah jatuh cinta, dan mesti pernah jatuh cinta kan? Tapi gimana ya rasanya kalau tergila-gila atau saking cintanya pada seorang gadis, tapi dia tidak begitu memperdulikan kita? begini ceritanya ini terjadi swaktu dulu saya masih duduk di kelas 2 SMK dulu. Waktu itu saya sedang kesemsem sama seorang gadis manis yang baru jelas 3 Smp . Ya dia benar-benar telah mneghipnotis saya, saya pernah datang ke rumahnya setelah shalat magrib waktu itu masih memakai sarung. Ya mwnyusuri jalan raya yang ramai mendatangi rumah seorang gadis yang selalu terbayang meski dalam shalat.

Saya tanpa malu segera mendatanginya hanya sekedar ingin melihat dan tahu keadaanya. Sungguh waktu itu saya dibuat linglung alias seperti orang gila yg hilang kewarasannya. Dan yg lebih parahnya lagi dia sudah pergi sama temannya buat nonton band slank,ya band kesayangannya waktu itu. Saya pun tidak mau menyerah dan menunggunya hingga pulang larut malam. Benar-benar cinta ini membuatku gila.

Masya Allah saya waktu itu benar-benar sudah kehilangan akal waras, saya akhirnya merasa begitu malu ketika sadar menyambangi rumah orang tanpa tujuan jelas. Ya hanya ingin bertegur sapa dengan gadis pujaanku waktu itu.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Rabu, 13 Februari 2013

Saya Yakin Skenario Allah SWT itu Indah

Alhamdulillahi robbil alamiin, segala puji hanya milik dan tertuju pada Allah Tuhan Semesta Alam. Tidak hanya satu alam manusia, seluruh alam baik yang kasat mata atau pun tidak kasat mata. Meski seluruh makhluk di seluruh alam ini tidak memuji dan memujaNYA, maka Ia memuji diriNYA sendiri maka hanya pujianNYA lah yang Maha Agung.
Ia akan tetap Agung karena Allah MengAgungkan diriNYA, hingga apa-apa yang berasal dariNYA adalah agung adanya. Ia lah Tuhan yang menyelimuti siang dengan malam hari, hingga ketika Allah berkehendak setiap harinya adalah malam hari maka tidak ada yang mampu mengubahnya menjadi siang hari hingga kiamat, begitupun sebaliknya tidak ada yang mampu menjadikannya malam hari apabila kehendakNYA menjadikan setiap harinya siang.
Maka apabila Allah menghendaki petunjuk atau hidayah pada makhlukNYA, maka tidak akan ada yang mampu menyesatkannya, begitupun sebaliknya tidak akan ada yang memberikan petunjuk pada apa-apa yang dikehendakiNYA tersesat. Allah itu Maha Baik, Maha Lembut, Maha Menjaga, Maha Dermawan dan Memberi, sehingga dengan semua KebaikanNYA Allah Anugerahkan NikmatNYA yang banyak tak terhingga pada MakhlukNYA.
Ia tidak membeda-bedakan antara yang taat dan tidak taat padaNYA, tapi Ia Maha Mengadili dan Penguasa hari Akhir hingga siapa yang taat di dunia ia akan menuai kebaikan di negeri akhirat dengan SurgaNYA yang indah dan penuh kenikmatan sedang yang tidak taat ia juga memetik kepayahan serta penderitaan tiada akhir di NerakaNYA.
Ia adalah Tuhan Yang Menghendaki kebaikan pada semua MakhlukNYA, tapi dengan ketakaburannya manusia banyak yang memberontak dan tidak rela dan menerima semua apa-apa yang telah digariskan olehNYA. Hingga Allah SWT berfirman
“ AKu berdasarkan persangkaan hambaKU “, Ia akan Memberikan semua kebaikan yang dipersangkakan oleh hambaNYA begitupun Ia akan memberikan dengan jelas setiap keburukan sesuai prasangka buruk hambaNYA. Ia mempertegas dengan FirmanNYA “ Ud’unii Astjib Lakum “, memintalah padaKU niscaya AKu mengabulkannya bagimu.
Ia adalah “ SUtradara” dalam setiap episode kehidupan ini, semua yang telah dan akan terjadi sudah ada dan tersirat pada skenarioNYA yang Agung Laukhil Mahfudz. Setiap saat dan jeda dalam kehidupan ini sudah sesuai kehendakNYA, dan semua tergantung dari kita yang menyikapinya. Kalau kita tidak mengikuti hawa nafsu niscaya semua kebaikanNYA akan kita raih dan menuju kebahagiaan yang hakiki, serta puncaknya adalah surga.
Saya dan anda harus yakin bahwa Allah telah Memberikan yang terbaik untuk kita, meski sekarang kita masih dirundung kesusahan yang seolah-olah kita tidak sanggup memikulnya. Ia tidak akan membebankan apa-apa yang tidak sanggup akan memikulnya, dan tidak akan menghilangkan apa-apa hak yang seharusnya kita peroleh.
Saya yakin scenario Allah itu indah adanya, saya memilki istri yang solehah anak-anak yang lucu-lucu, lingkungan yang baik serta pekerjaan yang baik pula. Dan yang terbesar adalah Allah masih mengaungerahkan saya iman yang utuh dan mantap serta akidah yang agung, meski begitu banyak godaan syetan yang mendera, menjerat setiap langkah tindakan anggota badan dan lintasan hati ini.
Jangan berputus asa dari Rahmat Allah SWT saudaraku, yakinlah dan tetaplah berprasangka baik padaNYA. Karena setiap episode dalam kehidupan yang fana ini akan Happy Ending terutama di negeri akhirat nanti. Syukur Alhamdulillah ya Allah engkau telah menganugerahkan semua kebaikanMU, semoga selawat serta salam tercurah pada Baginda Nabi SAW beserta keluarga dan sahabatnya.
Pertemukan kami dengan beliau di akhiratMU yang penuh kenikmatan ya Allah. AMiin.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Kamis, 15 November 2012

Cinta itu Fitrah dari Lahir

Cinta adalah ruh hidup dari Sang Maha Hidup, tanpanya apatah arti dari diciptakannya alam semesta beserta isinya ini. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsiNYA, yang artinya “ Aku adalah bagai sesuatu yang tersembunyi,dan Aku berkehendak untuk dikenal maka AKu ciptakan makhluk”. Dengan Sifat Qudrat dan IradatNYA Ia menciptakan “ kun Faya Kun” terjadilah maka ia terjadi. Ia ciptakan alam semesta beserta alam malakut, alam ruh, alam akhirat dalam enam masa. Dimana dalam satu riwayat 1 masa itu adalah 1000 tahun dunia ini.
 
Ia menciptakan dengan Cinta KasihNYA, Allah kesifatan Rohman yang artinya Maha Mencinta. Dengan rasa Cinta itu Allah tidak membedakan apakah makhlukNYA itu taat atau menentang Kehendak dan PerintahNYA. Ia adalah Raja Yang Maha Kuasa, dengan KeMaha KuasaanNYA itu ia berhak Sombong dan Murka. Tapi karena Rasa CintaNYA lebih besar daripada MurkaNYA itu, maka alam semesta beserta isinya ini tetap kokoh hingga pada hari yang telah ditentukan yaitu hari pembalasan, hari akhir dan binasanya alam fana ini.
 
Seyogyanya manusia kesifatan RohmanNYA Allah SWT, maka tingkatan ma’rifat ( penyerahan diri, tunduk dan patuh) seorang hamba adalah mahabbah ( cinta ) pada tuhanNYA. Rasa Mahabbah ( cinta ) itu sudah ada sejak manusia dan makhluk lainnya dilahirkan. Dengan rasa cinta itu setiap makhluk rela berkorban demi yang ia cintai, tak memandang yang dicinta itu siapa. Dan tidak ada alasan dalam mencinta, karena cinta memang fitrah sejak dari lahir.
 
Coba kita renungkan, banyak para induk dari hewan yang begitu mengasihi anak-anaknya. Mereka rela berkorban nyawa demi keselamatan anaknya itu. Mereka tahu ketika anaknya kelaparan dan ingin menyusu sehingga ia menundukkan badannya dan membiarkan anaknya menyusu hingga kenyang. Begitupun orang tua kita terutama sang ibu yang begitu cinta pada anaknya, ia rela bersusah payah mengandung selama Sembilan bulan dan dengan sabar menunggu kelahiran anaknya. Setelah lahir ia masih harus terjaga agar anaknya tidak kelaparan.
 
Betapa Allah Maha Indah dengan CintaNYA, setiap kekasih yang mengasihi dengan sabar mencinta dan memperjuangkan cintanya sehingga terpeliharalah umat manusia dari kepunahan. Meski sebagian umat manusia percaya bahwa manusia adalah makhluk unggul dan tidak akan punah sehingga mereka tidak ‘mensakralkan’ cinta yang mengutamakan keturunan yang terbaik.
 
Semoga Allah SWT Memberikan Cinta dan RidhoNYA pada diri kita, keluarga kita, teman karib kita, serta semua yang kita kasihi dan cintai. Tanpa cintaNYA apalah guna kita dihidupkan, karena hidupnya sudah mati.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 13 November 2012

Ketika Hujan Menyuburkan Benih-Benih Cinta

Musim hujan telah tiba di beberapa daerah, terutama di tempat penulis berada Serang-Banten. Ia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan HambaNYA berada pada kesusahan, dan Menguji makhlukNYA di luar batas kemampuannya. Setelah sekian lama tanah terasa gersang dan tandus kini oase telah mulai bertunas. Tunas-tunas baru telah tumbuh siap menyongsong masa depan yang cerah, masa depan yang penuh harapan dan juga tantangan.

Melihat hujan turun, teringat masa SMA dulu terutama ketika ‘apel’ di tempat orang yang pernah saya puja dan cinta. Haa terus apa hubungannya hujan ma apel dan cinta. Ini bukan kisah memori daun pisang, tetapi pengalaman pribadi yang pernah saya rasakan. Sebagai insan manusia biasa. Saya tidak terlepas dengan rasa cinta, entah hanya cinta monyet atau cinta sejati. Yang penting judulnya cinta.

Rasa cinta yang membuncah kala itu kadang membuat mata ini ‘buta’, bukan buta tidak melihat tapi buta dari etika yang kadang menentang nurani. Ketika teringat waktu itu sering tersenyum dan menertawakan ulah sendiri waktu itu.

Seperti anak muda yang sedang jatuh cinta yang kasmaran pada orang yang dicintainya, saya berkunjung ke rumahnya dengan alasan yang tepat silaturahmi. Saya waktu apel dengan sopan, artinya saya bertamu baik-baik ijin dengan kedua orang tuanya dan hanya sekedar melepas rindu ingin bertemu. Sejatinya para pecinta yang sering merindukan kekasihnya sehari tak bertemu hidup serasa hampa, hhaa lebay ya kata anak sekarang mah.

Saya ‘bertamu’ pada si pujaan hati selepas shalat isa, dan kebetulan waktu itu musim hujan telah tiba. Semakin berlama-lama bertamu semakin senang rasanya hati ini. Apalagi kalau hujan turun hati semakin girang, ternyata selain untuk menyuburkan tanaman ternyata hujan juga bisa menyuburkan benih-benih cinta. Tahu kenapa? Kalau hujan turun apalagi lebat hujannya, maka akan ada alasan untuk berlama-lama dengan sang kekasih . karena hujan saya tidak bisa pulang dengan cepat sebagaimana biasanya.

Ah tapi itu masa lalu, sekarang setiap hujan tiba saya mencoba mensyukuri nikmat Allah SWT yang tiada tara itu. “ Allahumma Shoyyiban nafi’an” Artinya, Ya Allah semoga Hujan Ini Membawa manfaat. Amiin.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Sabtu, 20 Oktober 2012

Akankah Islam selalu Fait Accompli ?

“Fit accompli means: Something that has already happened and is thus unlikely to be reversed. It’s a unfair negotiation tactic often used by large companies to dominate smaller ones.”


“Yakni suatu tindakan taktik memojokkan, sehingga sang lawan tidak mau tidak harus menerima atau melakukan suatu hal yang menyebabkan kerugian pasti di pihak lawan tersebut.


Sebagaimana seseorang yang terus diejek dan dilecehkan ditempat yang ia tak mampu menghindar. Ia mengalami FAIT ACCOMPLI, antara menerima dengan pasrah ejekan itu atau akan memukul sang pengejek yang menyebabkan ia harus berurusan dengan polisi karena telah melakukan tindakan melukai orang lain, sedang yang memprovokasi berada dipihak penuntut dan diuntungkan oleh media, dan akhirnya menang dipengadilan karena telah diperlakukan kasar oleh lawannya.


Sayangnya kaum muslimin sering mengalami FAIT ACCOMPLI ini, bagaikan buah simalakama: bertindak salah, tak bertindak juga salah.


Pada decade ini terkenal dengan Salman Rushdi dengan “Satanic Verses” nya, Lars Vilks serta Kurt Wastergaard dengan karikatur “sampah”nya, Geert Wilders dengan film “Fitna” nya, dan kini Sam Bacile dengan film “Innocence of Muslimnya”.


Semua isinya identik, yakni “penghinaan kepada Nabi Muhammad” yang sama dan dengan alasan yang sama pula, yakni :”demi kebebasan menyatakan pendapat” yang sudah diperalat sedemikian rupa dan tendensius.


Musuh- musuh Islam sangat tahu bahwa bila Nabi Ummat Islam di ejek, tak mungkin kaum muslimin mengejek balik Nabi mereka karena bagi muslimin, Nabi para penista Islam, adalah juga Nabi kaum muslimin yang wajib dihormati, sehingga tindakan kaum muslimin sudah bisa ditebak dan diperkirakan, yakni hanya akan (diharapkan) marah disusul dengan tindakan bersifat anarkis. Justru ini yang diharapkan mereka dengan tembakan susulan: ”Terbukti kaum muslimin suka kekerasan, anarkis dan anti demokrasi”.


Sesungguhnya Negara- Negara pengusung demokrasi yang kebablasan tersebut tidak akan cukup terusik dengan demo demo yang kita lakukan, semua demo hanya sekedar gigitan nyamuk yang menyebabkan mereka berhak untuk menepuk sang nyamuk sampai mampus.


Namun sebenarnya mereka akan kecut jika bukan demo yang kita lakukan, namun produk- produk terpilih mereka yang kita boikot dengan konsisten dengan jangka waktu tertentu, misal satu bulan. Apalagi menghadapi kaum muslimin yang 2 milyar, menghadapi Singapura dengan Chewing Gum Ban (larangan makan permen karet yang diiundangkan pada tahun 1992) Amerika kalang kabut, padahal penduduk Singapura hanya sekian juta jiwa, sehingga George W. Bush pada tahun 2003 pada US- Singapore Trade Zone perlu turun tangan membahasnya dengan Perdana Menteri Singapura.


Ketika Jylland Posten memposting karikatur penghinaan, di Emirat Arab tidak ada demo, namun semua produk COKELAT DENMARK dan dari Eropa lainnya tiba- tiba hilang dari pasar- pasar swalayan atas perintah Amir. Kontan pemerintah Denmark beserta konco- konconya kalang kabut. 


Kita juga boleh meminjam gerakan SWADESHI Mahatma Gandhi dari India yang memboikot produk- produk dari England sehingga pabrik- pabrik Inggris terpaksa tutup karena gudangya penuh dan tidak laku, sehingga akhirnya Britania Raya hengkang dari India tanpa perlawanan, karena tujuan penjajahan Inggris yang utama adalah menjual produk ketanah jajahan.


Masalahnya siapa yang mau memulai dan memiliki otoritas kuat untuk mengumandangkan BOIKOT?



Dari berbagai Sumber

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Rabu, 10 Oktober 2012

Cintaku Tak Seluas Daun Kelor

Di tengah malam yang temaram bak lentera berhias alur garis kehidupan penuh makna, rasa hati ingin membuka lembaran yang pernah ku tulis dengan tinta dan goresan makna cinta. Kenangan terindah ketika memadu cinta pada orang terkasih, meski kadang cinta itu ‘terlantar’ tanpa sang penggembala cinta.

Masa lalu cintaku yang penuh rona ‘merah’ yang menyala, menyulut setiap asa yang semakin membuncah tak terperi. Semakin luas aral melintang, maka asa tertantang untuk menerjal aral yang menghadang tanpa ampun.
Semasa SMA dulu rasa itu semakin mantap, hati ini ingin belajar sepenuhnya mencintai. Tanpa pamrih, siap dicintai, siap berkorban juga siap ditinggalkan. Andai bisa memilih saya hanya ingin mencintai, dicintai dan berkorban tanpa harus jadi korban dan ditinggalkan.

Entah ‘setan’ cinta apa yang merasuki hati ini, begitu mantap meski tahu ia tak sepenuhnya memperhatikanku. Suatu ketika kami sedang berjalan-jalan melepas penat di sore hari, ternyata ada orang ketiga dan membuatku terkejut bak disambar petir. Ia begitu akrab dengannya.

Mungkin rasa cinta ini yang membuat buta, sehingga orang yang mendekatinya saya anggap ia adalah pacarnya. Tapi saya kira itu adalah rasa yang wajar, kadang hati ini pun bingung seolah-olah ia mulai menggantungkanku tanpa status yang jelas. Siapa sih yang terima ketika cintanya diduakan atau bahkan ditinggalkan oleh sang gembalanya.

Hati memang tidak bisa dibohongi, nurani sejatinya murni jujur tanpa ada yang ditutupi. Hati ini akan tetap terus mencintai yang ia kasihi, meski tersayat seperih apapun. Sampai suatu ketika, saya coba untuk memancing dia menanyakan bagaimana perasaan dia terhadap hati yang gersang ini. Dan coba mengetahui siapa gerangan pujaan sejati hatinya.

Ia pernah bercerita kalau ia sedang menjalin kasih dengan perwira, remuk redam rasanya hati ini. Apa yang kutakutkan akhirnya terjadi, cintaku ditinggalkan sang penggembalanya. Tak bisa dibohongi asa ini telah meredup seolah sang mentari tak mau lagi menyinari. Hampa tak bermakna, bagai seekor merpati yang ditinggal mati pasangannya.

Namun aku harus bangkit, cintaku tak seluas daun kelor banyak pelabuhan yang siap untuk ditautkan dengan jangkar-jangkar cintaku.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 09 Oktober 2012

Pesonamu Bak Mentari Hatiku

Pagi-pagi sekali saya berangkat ke sekolah, tak jauh memang sekolah SMP ku itu hanya sekitar 3 Km dari kampung. Maklum anak kampung alat transportasi jarang sekali, kalau tidak punya sepeda ya harus jalan kaki. Sedari kelas 1 hingga kelas 3 saya dan teman-teman lebih menikmati berjalan kaki daripada naik kendaraan, jangankan motor sepeda pun tidak ada. Selain sehat, jalan kaki juga akan melatih kesabar dan kesegaran pikiran kita.

Saya selalu bersemangat ke sekolah, setiap hari dilalui dengan kesenangan yang luar biasa. Belajar di kelas memang penuh tantangan, banyak teman teman yang pintar. Juga bisa berinteraksi dengan teman yang berbeda kampung dan lebih banyak daripada di SD dulu. Meski kami sering mengobrol dan berinteraksi, jarang sekali membicarakan ketertarikan atau berpacaran layaknya ABG sekarang. Paling hanya ejekan antar teman saja, kalau si fulan senang dan pacaran sama si fulan. Dan itupun tidak pernah terjadi pacaran atau bertemu kangen layaknya sepasang kekasih. Kalaupun ada yang suka dan kagum sama lawan jenisnya mereka hanya sekedar titip salam pada teman terdekatnya.

Saya biasanya tidak begitu memperhatikan atau peduli dengan teman perempuan, tapi entah kenapa pagi yang cerah itu saya terpesona dengan seorang gadis. Dia parasnya lembut, senyumnya manis dan sederhana. Kala itu hanya sepintas lalu melihat dia, tapi pesonanya membayangi setiap langkah dan hari-hari saya. Kami berpapasan pandang dan tertegun, saya sedang diluar kelas dan dia sedang duduk disamping jendela. Saya pendam rasa itu dan tidak pernah berani mengutarakan meski dalam bentuk surat sekalipun. Apalagi SMS layaknya anak sekarang, teknologi ponsel belum secanggih sekarang ini, jangankan menggunakan melihatnya pun tidak pernah.

Betapa senangnya hari-hari saya setelah melihat gadis berparas lembut tersebut, hati semakin penasaran dan Tanya ke teman-teman yang dekat dengannya. Betapa hati ini berbunga-bunga ternyata gadis itu adalah saudara teman dekatku, tak berlama-lama saya langsung mencari informasi padanya meski dengan malu-malu. Oh ternyata namanya adalah NURAENI, dari suku kata bahasa Arab yang artinya Cahaya Mata. Oh Sang Cahaya Mata pesonamu menerangi hatiku.

Hari demi hari saya lalui dengan begitu semangat, bahkan saya selalu berdoa agar diberikan kesehatan dan kekuatan untuk selalu datang ke sekolah. Cinta membuat hidup saya bergairah, kadang sayapun bingung apa ini yang dinamakan cinta. Karena jangankan untuk bertemu dengannya, berpapasan saja saya tidak sanggup karena malu. Paling kalau benar-benar hati ini tak sanggup meluapkan rasa rindu, ya hanya memandang dari jauh atau kirim salam lewat teman saya itu. Tak ayal dengan semangat itu saya berprestasi di kelas, saya sanggup menyaingi juara umum.

Ya Allah puji syukur atas semua karuniaMU, kau telah menganugerahkan indahnya rasa cinta yang tanpa ternoda. Wahai Sang Maha Pemilik Cahaya, Engkaulah Cahaya di atas Cahaya. Berkahi ia sang Cahaya Mata dengan kebahagiaan dunia dan akhirat. Berilah kesehatan dan pertemukan kami pada kesempatan yang indah di SisiMU. Amiin ya Robbal Alamiin.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 02 Oktober 2012

Bangkitlah Untuk Menang

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Alhamdulillah wa syukurillah ala fi ni'matillah , Allahummaj'alna lish sholihin. Engkau Maha Pemberi Karunia dan Keutamaan pada diri setiap Mahkluk tanpa cacat. HadirMU telah memudarkan setiap keluh kesah dan KeperkasaanMU telah Menyingkirkan para pecundang yang enggan meniti serta menyambut setiap seruanMU. Curahkanlah selawat serta salam teratas baginda Nabi SAW, para keluarga serta sahabatnya yang mulia hingga hari kiamat kelak.

Ketika kita terjatuh serta tersungkur pada titik nadir, maka banyak yang pasrah menyerah, bagi mereka dunia seakan telah kiamat. Tidak baik jika kita menutup-nutupi kelemahan dan kegagalan dengan banyak alasan. Terimalah, dan hadapilah kegagalan itu sebagai pengalaman dan pelajaran berharga, agar bisa jadi pedoman dan tuntunan untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan yang lebih berarti di kemudian hari.

Dear my friends,

Kita tahu bahwa dunia ini selalu berputar. Adakalanya manusia ada di bawah, atau sebaliknya ada di atas. 
Ada banyak orang bertanya - tanya, bagaimana dengan kenyataan yang sering kita lihat begitu banyak orang-orang yang selalu di bawah?

Bukankah mereka juga tinggal di bumi yang sama dengan orang-orang yang mampu dan kuat berada di atas? Sering kita lihat orang-orang yang sudah di atas malah semakin ke atas.

Temanku, pandangan itu semua hanyalah ironi. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada mereka yang sudah ada di atas. Kebanyakan di antara kita melihat mereka yang di atas selalu dari 'materi' atau jabatan. Namun percayalah, setiap orang mengalami pasang surut. Belajarlah dari orang-orang yang sudah ada di atas, dan orang-orang yang berada di bawah. Jangan hanya melihat ke atas.  Banyak pelajaran yang bisa diambil dari keduanya, yang bisa engkau jadikan bekal tuk menjadi pribadi yang luhur bijaksana, sukses lahir dan batin.

Temanku, seseorang tergantung pada cara pandangnya. Bilamana cara orang yang pandangannya luhur dan perilakunya bijak. Maka cara pandangnya pun luhur dan bijaksana, begitupun sebaliknya.


Pepatah mengatakan:

"Kebesaran seseorang tidak terlihat ketika dia berdiri dan memberi perintah. Kebesaran seseorang akan terlihat ketika dia berdiri sama tinggi dengan orang lain, dan membantu orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka untuk mencapai sukses" - Prof.G. Arthur Keough


Janganlah suka cari alasan untuk menutupi kegagalan. Sebaliknya, carilah terus 'cara' untuk menggapai keberhasilan. Jadilah pembelajar yang sejati. Pembelajar sejatinya akan terus belajar dan bangkit serta tidak mau dipusingkan oleh kegagalan di masa lalunya. Dia akan terus berusaha tidak terjebak dan terpuruk dalam kondisi yang sama. Bangkit dan terus bangkit menatap hari esok yang lebih baik.


Salam hangat kawan!!!

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Senin, 01 Oktober 2012

Bermanfaatlah Buat Orang Lain Selagi Bisa

Ihwal hidup manusia sudah terukir indah di Kitab IndukNYA, setiap priode skenario kehidupan sudah tersusun secara apik nan rapih. Seyogyanya tiap bait episode kehidupan itu sudah tertulis dan hanya Ia yang mempunyai hak Mutlak untuk menetapkan dan merubah tiap baitnya itu. 

Betapapun rencana sang hamba telah sempurna serta seolah-olah semua kendali atasnya, tetap Ia jugalah sang Pemilik kehidupan yang menentukan. Ia Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambaNYA. Sebagai manusia yang rapuh, maka hendaklah kita pasrah atas semua TakdirNYA. Pasrah menyerah bukan berarti tanpa usaha, karena setiap usaha itu ada hasil. Pasrah ketika usaha total sudah dilakukan tapi tak menuai hasil yang hendak dicapai.

Itulah sunatullah, Allah membenci orang yang berpangku tangan. Karena pada hakikatnya dunia adalah tempatnya berusaha dan bercocok tanam amal perbuatan.

Kehidupan adalah panggung sandiwara dan tempat manusia diuji pada setiap perannya, dan sandiwara itu sepenuhnya menceritakan tentang kehidupan umat manusia. 

Maka sepanjang jalan kehidupan kita, jangan pernah melakukan perbuatan jahat, atau melakoni peran yang konyol!
"Kesuksesan hidup tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda dapatkan atau raih demi diri sendiri. Kesuksesan hidup berhubungan dengan apa yang Anda lakukan pada sesama (untuk orang lain)" - Danny Thomas.


Temanku yang bersih hatinya...

Dalam hidup, orang tak akan peduli berapa banyak yang kita tahu, hingga mereka tahu berapa banyak kita peduli kepada mereka. 


Oleh sebab itu kita sering mendengar bahwa manusia terindah adalah manusia yang bermanfaat untuk saudaranya, dan orang lain. 


Seorang ulama mengatakan: 

"Janganlah engkau menunggu kaya untuk bersedekah, tapi bersedekahlah sekarang juga, maka engkau akan semakin kaya. Sumbangkanlah setiap kebaikan, berikanlah setiap kasih sayang, tunjukkanlah keakraban,bantulah mereka yang memerlukan" 


Sobat fillah, mari kita belajar memberi manfaat untuk orang lain... sebelum diminta!


Ia akan menuai apa yang ia tanam, maka ber segeralah ke arah yang lebih baik. Tanamlah kebaikan sebanyak mungkin, jadilah asset yang menghasilkan dan berhasil guna buat orang yang kita kasihi juga orang lain dan jangan jadi beban. Karena beban sejatinya akan selalu disingkirkan tanpa memandang nya.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner