Tampilkan postingan dengan label Rasulullah SAW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasulullah SAW. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

Sanad ilmu itu Penting




Bismillahirrahmaanirrahiim,


Nabi Adam pernah belajar kepada Allah yang Berfirman, “Wahai Adam, janganlah kau dekati pohon itu!” Nabi Adam mendapatkan ilmu atau pengetahuan ini dari Allah.
Di lain waktu, Nabi Adam diajari Iblis yang berkata, “Wahai Adam, mengapa engkau tidak memakan buah dari pohon itu. Sesungguhnya dengan memakannya, engkau akan hidup kekal.” Nabi Adam mendaaptkan ilmu seperti ini dari Iblis.

Hati-hati terhadap slogan yang mengatakan, “Ambillah kebenaran, walau itu keluar dari mulut Iblis!” Kata-kata seperti ini pernah saya baca dari seseorang yang mengaku sebagai Muslim yang berkomentar. Tidakkah dia belajar, bahwa Nabi Adam telah tergelincir akibat perkataan Iblis? Bagaimana suatu perkataan dapat dianggap benar, sedangkan perkataan itu bertentangan dengan perkataan yang sanadnya jelas bersambung kepada Allah?
Maka carilah kebenaran dari Allah. Karena kebenaran itu datangnya dari Allah.

 Maka carilah kebenaran itu kepada orang yang telah belajar kepada guru yang sanadnya bersambung kepada para tabi’it tabi’in, kepada tabi’in, kepada shahabat, kepada Rasulullah SAW, kepada Malaikat Jibril as, kepada Allah. Dan janganlah Anda mengikut begitu saja kepada perkataan yang keluar dari mulut mereka yang sanadnya terputus dari Allah dan Rasul-Nya. Walau Anda melihat kata-kata itu begitu manisnya seperti kata-kata Iblis kepada Adam, tetapi ketuhilah, bahwa sesungguhnya kata-kata itu dapat membahayakan Anda jika keluar dari mereka yang sanadnya tidak bersambung kepada sumber kebenaran.

Mereka mungkin terlihat begitu memukau dengan dalil-dalil. Namun pemahaman mereka terhadap dalil belum tentu sesuai dengan yang diinginkan Allah dan Rasul-Nya. Mereka sering memahami dalil-dalil sesuai nafsu dan selera mereka saja. Pemahaman mereka tidaklah keluar dari lisan yang telah bersambung kepada lisan Rasulullah SAW. Lalu bagaimana mereka mau menyebut diri mereka sebagai pemegang ilmu yang shahih?

Maka pahamilah wahai saudara-saudariku, bahwa sanad itu penting. Tidak ada ilmu yang benar tanpa sanad. Paulus telah mengklaim ini dan itu. Namun, apakah klaimnya itu keluar dari lisan yang bersambung kepada lisan Nabi Isa? Tidak ada ilmu yang benar tanpa sanad yang bersambung kepada para pembawa berita dari Allah.
Jika gurumu berkata begini dan begitu, padahal gurumu tidak punya sanad yang bersambung kepada guru-guru shahih, maka periksalah perkataannya itu dengan engkau bandingkan kepada perkataan guru-guru shahih yang sanad mereka bersambung kepada Rasulullah SAW. Jika tidak, aku khawatir bahwa engkau akan tergelincir kepada penyimpangan.


Maka teman-teman belajarlah pada guru-guru yang punya sanad ilmu, yang ilmunya itu bersanad dan menyambung pada rasulullah SAW, tentunya Ilmu itu berasal dari Allah SWT.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Sabtu, 01 Juni 2013

Tips dan Trik Dikaruniai Anak Yang Cantik dan Ganten nan Soleh serta Solehah Ala Rasulullah

Anaku_ Dzakirah Hikmatul Laila
Assalamualaikum, Wr.Wb

Bagaimana kabar sobat sang fakir ? Semoga selalu dalam Naungan HidayahNYA, sehat dan sukses dunia dan akhirat. Tidak bosan-bosan kita panjatkan puja dan puji ke HadiratNYA atas semua nikmatNYA itu, selawat serta salam semoga tetap tercurahkan pada baginda Suri Tauladan terindah  Rasulullah SAW, beserta ahlul baitnya yang mulia, para sahabat terbaiknya serta umatnya hingga akhir jaman. Wa ba'du.

Dalam diri Rasulullah SAW itu tidak lain adalah " wahyu ", semua yang beliau kerjakan bukan berdasar atas hawa nafsu melainkan telah diwahyukan oleh Allah SWT pada beliau. Kehidupan rumah tangga beliau adalah gambaran terindah sepanjang hayat dan jaman, tidak ada sebelum dan setelah beliau. Keharmonisan rumah tangga beliau benar-benar baiti jannati, tidak ada yang bisa menyerupainya hingga kehidupan rumah tangga beliau dijadikan rujukan dan tauladan umatnya baik dahulu kala , sekarang hingga nanti.

Bagi anda yang baru membentuk keluarga, atau bahkan yang sedang berkeluarga berikut ada tips dan trik yang patut untuk diikuti karena berdasarkan yang dicontohkan dan disyariatkan oleh Rasulullah SAW, yaitu Tips dan Trik Dikaruniai anak yang cantik dan Ganteng nan soleh serta solehah Ala Rasulullah SAW.

Hubungan (biologis) suami istri berpengaruh pada jasmani dan rohani anak. Seorang perempuan mendatangi Rasulullah SAW, seraya berkata:
“Wahai Rasulullah, bagaimana Allah SWT dapat dikatakan adil, padahal Dia telah memberikan anak yang buta kepadaku?”

Dalam menjawab protesnya beliau menjawab: “Apakah ketika kalian berhubungan, suamimu meminum minuman keras (khamar)?”
“Ya, wahai Rasulullah.” Jawabnya. Lantas beliau kembali bersabda: “Jika demikian maka cercalah diri kalian sendiri.”

Untuk itu, inilah beberapa tips islami hubungan suami istri agar dikaruniai anak yang berparas cantik sekaligus berakhlak baik:

• MEMILIH WAKTU

Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Ali, janganlah melakukan hubungan biologis dengan istrimu pada awal bulan (bulan hijriyah), pertengahan dan akhir bulan. Karena ada kemungkinan besar akan menyebabkan gila, terkena penyakit kusta, cacat anggota tubuh dan akal istri dan anak.” (Makarimal Akhlak)

• BERWUDHU

Diantara hal-hal yang hendaknya dilakukan sebelum melakukan hubungan suami istri ialah berwudhu atau dalam keadaan suci, menyebut nama Allah SWT dan berdoa akan mencegah dari campur tangan setan

• BACA BASMALAH
Setan memang selalu mengganggu manusia. Pertanyaannya, apa yang dimaksud campur tangan setan dalam anak-anak kita?

Dalam tafsir Shafi karya Faiz Kasyani, telah dinukil dari Imam Shadiq bahwa beliau berkata: “Sewaktu kalian memulai hubungan suami istri dengan nama Allah SWT maka setan akan menjauh dari kalian. Namun jika tidak memulai dengan menyebut nama Allah SWT maka setan akan ikut campur dalam perbuatan kalian.”

• TENANG

Iman Ali Zainal Abidin berkata: ”Jika seorang suami melakukan hubungan biologis dengan istrinya dalam keadaan tenang, tidak dalam keadaan rasa khawatir dan tidak grogi maka sperma akan masuk ke dalam rahim istrinya dalam keadaan tenang pula. Dan paras anak akan mirip dengan ayah dan ibunya. Namun jika seorang suami melakukan hubungan biologis dengan istrinya dalam keadaan tidak tenang, ada rasa khawatir dan grogi maka sperma akan masuk ke dalam rahim dalam keadaan tidak tenang pula. Serta paras anak mirip dengan paman, bibi, dari kedua belah pihak dan anggota keluarga lainnya.” (Sayyid Ali Husaini Zadeh).

• RAHASIA

Agar kita dikaruniai anak cantik lahir batin (saleha), hendaknya merahasiakan hubungan itu dari anak-anak. Jangan sampai anak-anak mengetahuinya. Dalam sebuah riwayat Imam Shadiq as yang telah dinukil dari kakeknya Rasulullah SAW berkata: “Sumpah demi Tuhan yang jiwaku berada di bawah kekuasaannya, jika seorang suami hubungan biologis dengan istrinya, sementara anaknya ada di kamarnya melihatnya, mendengar omongan dan desah nafasnya, ketahuilah anak tersebut tidak akan bahagia, baik anak laki-laki maupun perempuan maka akan menjadi pezina.” (Wasa’il Asy-Syi’ah). Mudah-mudahan doa dan ikhtiar kita diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT. Amin.

Doa agar Anak Salehah: QS. Al Ahqaaf (46): 1


“Rabbi auzi’nii an-asykura ni’matakallatii an-amta ‘alayya wa ‘alla waalidayya wa an ‘a’mala shaalihan tardhaahu washlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin.”

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Sabtu, 11 Mei 2013

Pertanyaan Seputar Puasa Rajab dan Keutamaanya

Assalamualaikum, Wr. Wb



Pimpinan MR, Habibana Mundzir Al Musawa

Allahumma sholli Ala Sayyidina Wa maulana Muhammadin, wa ala ali sayyidina Muhammad wa shohbihi ajmain. wa ba'du.

Pada malam yang mulia ini sobat sang fakir saya telah menyaksikan secara stream online karena tidak bisa hadir langsung di Majelis Rasulullah [MR]. Saya menyaksikan Habibana Munzir masih lemah kondisi fisiknya, beliau masih sakit sebenarnya tapi karena kecintaanya pada baginda Nabi SAW beliau tetap semangat untuk menyampaikan risalahNYA yang mulia pada baginda yang mulia SAW.

Beliau begitu khusyuk menyampaikan bagaimana akhlak sang Nabi dan juga keutamaan Rasulullah SAW lainnya. Rasulullah SAW Mahabbah ( Mencintai ) Allah SWT, sehingga ia mencintai seluruh makhluk ciptaannya tidak terkecuali Jin, Iblis, syetan laknatullah alaih. Rasulullah begitu menginginkan seluruh makhluk mendapat hidayahNYA, tapi beliau juga sadar kalau Iradat Allah berkata lain. Rasulullah SAW adalah makhluk terbaik ialah semulia-mulianya ciptaan, ialah bapaknya, penghulunya, pemimpinya para Nabi dan Rasul. Ia memiliki akhlak yang sangat mulia, sehingga dari kalangan musuhnya saja ketika melihat mukanya SAW berkata " muka beliau bukan termasuk muka pendusta ".

Beliau memiliki muka yang indah nan lembut, siapa saja yang melihatnya akan merasakan kelembutan cahaya Ilahi. Tanganya sangat lembut melebihi lembutnya sutera yang paling lembut di seantero alam ini. Keringatnya sangat harum melebihi harumnya minyak wangi yang paling wangi di seluruh alam ini. Ialah satu-satunya khoirul anam yang bisa bermuajahah dan bertemu langsung dengan Sang Pencipta Allah SWT tanpa hijab dan halangan.

Itulah gambaran Rasulallah SAW, sesiapa yang mencintai beliau maka ia akan mendapat syafaatnya seperti sabda baginda " Ia bersama yang ia cintai ". Dalam bulan haram yang mulia ini yaitu Rajab terjadi peristiwa yang sangat mulia yaitu Isra Wal Mi'raj, dimana baginda nabi diberangkatkan pada malam hari dari Masjidil haram kemudian ke Masjidil Aqsha, kemudian naik ke Sidratul muntaha di depan Arys NYA Allah SWT.

Sebenarnya setiap saat ketika kita shalat 5 waktu itu memperingati Peristiwa itu ketika membaca Tahiyyat itulah percakapan langsung antara baginda Nabi SAW dengan Allah SWT. Dengan demikian salah satu amal yang disunahkan adalah dengan berpuasa, Rasulullah SAW sering berpuasa di 3 bulan haram yaitu Rajab, Sya'ban dan Ramadhan, Seperti yang di jelaskan dalam sebuah masail ( tanya jawab ) dari Websitenya Majelis Rasulullah SAW berikut :

Jawaban atas yang memalsukan hadits keutamaan Rajab

Sumber Majelis Rasulullah SAW

hadist bantahan amalan rajab - 2007/07/23 01:32assalamualaikum bib....
semoga salam sejahtera terlimpahkan atas habib dan keluarga berserta jama'ah...amin

bib, mohon tanggapan atas hadist di bawah ini, karena inilah yang dijadikan pembenaran bahwa hadist tentang keutamaan bulan rajab adalah palsu...
dan beri bantahan atas hadist dibawah ini bib....
semoga mereka diberi hidayah ilmu...amin

Hadits Palsu Seputar Amalan Bulan Rajab
Senin, 22 Agustus 2005 - 23:54:44 :: kategori Fiqh
Penulis: Al Ustadz Abu Al Mundzir Dzul Akmal As Salafiy.
.: :.
1. حديث : رجب شهر الله, وشعبان شهري, ورمضان شهر أمتى. فمن صام من رجب يومين. فله من الأجر ضعفان, ووزن كل ضعف مثل جبال الدنيا, ثم ذكر أجر من صام أربعة أيام, ومن صام ستة أيام, ثم سبعة أيام ثم ثمانية أيام, ثم هكذا: إلى خمسة عشر يوما منه.

Artinya : "Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban bulan Saya (Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam), sedangkan Ramadhan bulan ummat Saya. Barang siapa berpuasa di bulan Rajab dua hari, baginya pahala dua kali lipat, timbangan setiap lipatan itu sama dengan gunung gunung yang ada di dunia, kemudian disebutkan pahala bagi orang yang berpuasa empat hari, enam hari, tujuah hari, delapan hari, dan seterusnya, sampai disebutkan ganjaran bagi orang berpuasa lima belas hari.

Hadits ini "Maudhu`" (Palsu). Dalam sanad hadits ini ada yang bernama Abu Bakar bin Al Hasan An Naqqaasy, dia perawi yang dituduh pendusta, Al Kasaaiy- rawi yang tidak dikenal (Majhul). Hadits ini juga diriwayatkan oleh pengarang Allaalaiy dari jalan Abi Sa`id Al Khudriy dengan sanad yang sama, juga Ibnu Al Jauziy nukilan dari kitab Allaalaiy.

1. حديث : من صام ثلاثة أيام من رجب, كتب له صيام شهر, من صام سبعة أيام من رجب, أغلق الله عنه سبعة أبواب من النار, ومن صام ثمانية أيام من رجب, فتح الله له ثمانية أبواب من الجنة, ومن صام نصف رجب حاسبه الله حسابا يسيرا.
Artinya : "Barang siapa berpuasa tiga hari di bulan Rajab, sama nilainya dia berpuasa sebulan penuh, barang siapa berpuasa tujuh hari Allah Subhana wa Ta`ala akan menutupkan baginya tujuh pintu neraka, barang siapa berpuasa delapan hari di bulan Rajab Allah Ta`ala akan membukakan baginya delapan pintu sorga, siapapun yang berpuasa setengah dari bulan Rajab itu Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah sekali."

Diterangkan di dalam kitab Allaalaiy setelah pengarangnya meriwayatkannya dari Abaan kemudian dari Anas secara Marfu` : Hadits ini tidak Shohih, sebab Abaan adalah perawi yang ditinggalkan, sedangkan `Amru bin Al Azhar pemalsu hadits, kemudian dia jelaskan : Dikeluarkan juga oleh Abu As Syaikh dari jalan Ibnu `Ulwaan dari Abaan, adapun Ibnu `Ulwaan pemalsu hadits.

2. حديث : إن شهر رجب شهر عطيم. من صام منه يوما كتب له صوم ألف سنة – إلخ.
Artinya : "Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang mulia. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan tersebut berarti sama nilainya dia berpuasa seribu tahun-dan seterusnya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Syaahin dari `Ali secara Marfu`. Dan dijelaskan dalam kitab Allaalaiy : Hadits ini tidak Shohih, sedangkan Haruun bin `Antarah selalu meriwayatkan hadits-hadits yang munkar.

3. حديث : من صام يوما من رجب, عدل صيام شهر-إلخ
Artinya : "Barang siapa yang berpuasa di bulan Rajab satu hari sama nilainya dia berpuasa sebulan penuh dan seterusnya".

Diriwayatkan oleh Al Khathiib dari jalan Abi Dzarr Marfu`. Di sanadnya ada perawi : Al Furaat bin As Saaib, dia ini perawi yang ditinggalkan.

Berkata Al Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya "Al Amaaliy" : sepakat diriwayatkan hadist ini dari jalan Al Furaat bin As Saaib- dia ini lemah- Rusydiin bin Sa`ad, dan Al Hakim bin Marwaan, kedua perawi ini lemah juga.

Sesungguhnya Al Baihaqiy juga meriwayatkan hadits ini di kitabnya : "Syu`abul Iman" dari hadits Anas, yang artinya : "Siapapun yang berpuasa satu hari di bulan Rajab sama nilainya dia berpuasa satu tahun." Di menyebutkan hadits yang sangat panjang, akan tetapi di sanad hadits ini juga ada perawi ; `Abdul Ghafuur Abu As Shobaah Al Anshoriy, dia ini perawi yang ditinggalkan. Berkata Ibnu Hibbaan : "Dia ini termasuk orang orang yang memalsukan hadits".

4. حديث : من أحيا ليلة من رجب, وصام يوما. أطعمه الله من ثمار الجنة – إلخ.
Artinya : "Barang siapa yang menghidupkan satu malam bulan Rajab dan berpuasa di siang harinya, Allah Ta`ala akan memberinya makanan dari buah buahan sorga- dan seterusnya."

Diriwayatkan dalam kitab Allaalaiy dari jalan Al Husain bin `Ali Marfu`: Berkata pengarang kitab : Hadits ini Maudhu` (palsu).

5. ديث : أكثروا من الاستغفار فى شهر رجب. فإن لله فى كل ساعة منه عتقاء من النار, وإن لله لا يدخلها إلا من صام رجب.
Artinya : "Perbanyaklah Istighfar di bulan Rajab. Sesungguhnya Allah Ta`ala membebaskan hamba hambanya setiap sa`at di bulan itu, dan Sesungguhnya Allah Ta`ala mempunyai kota kota di Jannah-Nya yang tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang berpuasa di bulan itu.

Dikatakan dalam "Adz dzail" : Dalam sanadnya ada rawi namanya Al Ashbagh : Tidak bisa dipercaya.

6. حديث : فى رجب يوم وليلة, من صام ذلك اليوم, وقام تلك الليلة. كان له من الأجر كمن صام مائة-إلخ.
Artinya : "Di bulan Rajab ada satu hari dan satu malam, siapapun yang berpuasa di hari itu, dan mendirikan malamnya. Maka sama nilainya dengan orang yang berpuasa seratus tahun dan seterusnya.

Dikatakatan dalam "Adz dzail" : Di dalam sanadnya ada nama rawi Hayyaj, dia adalah rawi yang ditinggalkan.

Dan demikian disebutkan tentang : "Berpuasa satu hari atau dua hari di bulan itu."

Disebutkan juga dalam "Adz dzail : Sanad hadits ini penuh dengan kegelapan sebahagian atas sebahagian lainnya, di dalam sanadnya ada perawi perawi yang pendusta : Dan demikian diriwayatkan : "Bahwa Nabi Shollallahu `alaihi wa Sallam berkhutbah pada hari jum`at sepekan sebelum bulan Rajab. Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam berkata : "Hai sekalian manusia! Sesungguhnya akan datang kepada kalian satu bulan yang mulia. Rajab bulan adalah bulan Allah yang Mulian, dilipat gandakan kebaikan di dalamnya, do`a do`a dikabulkan, kesusahan kesusahan akan di hilangkan." Ini adalah Hadist yang Munkar.

Dan dalam hadits yang lain : "Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, dan mendirikan satu malam dari malam malamnya, maka Allah Tabaraka wa Ta`ala akan membangkitkannya dalam keadaan aman nanti di hari Kiamat- dan seterusnya."

Di dalam sanad hadits ini : Kadzaabun (para perawi pendusta).

Demikian juga hadits : "Barang siapa yang menghidupkan satu malam di bulan Rajab, dan berpuasa di siang harinya: Allah akan memberikan makanan buatnya buah buahan dari Sorga- dan seterusnya."

Didalam sanadnya : Para perawi pembohong/pemalsu hadits.

Demikian juga hadits : "Rajab bulan Allah yang Mulia, dimana Allah mengkhususkan bulan itu buat diri-Nya. Maka barang siapa yang berpuasa satu hari di bulan itu dengan penuh keimanan dan mengharapkan Ridho Allah, dia akan dimasukan ke dalam Jannah Allah Ta`ala- dan seterusnya."

Didalam sanadnya : Para perawi yang ditinggalkan.

Demikian juga hadits : "Rajab bulan Allah, Sya`ban bulan Saya (Rasulullahu Shollallahu `alaihi wa Sallam, Ramadhan bulan ummat Saya." Demikian juga hadits : "Keutamaan bulan Rajab di atas bulan bulan lainnya ialah : seperti keutamaan Al Quran atas seluruh perkataan perkataan lainnya- dan seterusnya."
Berkata Al Imam Ibnu Hajar : Hadits ini Palsu.
Berkata `Ali bin Ibraahim Al `Atthor dalam satu risalahnya : "Sesungguhnya apa apa yang diriwayatkan tentang keutamaan tentang puasa di bulan Rajab, seluruhnya Palsu dan Lemah yang tidak ada ashol sama sekali. Berkata dia : "`Abdullah Al Anshoriy tidak pernah puasa di bulan Rajab, dan dia melarangnya, kemudian berkata : "Tidak ada yang shohih dari Nabi Muhammad Shollallahu `alaihi wa Sallam satupun hadist mengenai keutamaan bulan Rajab." Kemudian dia berkata : Dan demikian juga : "Tentang amalan amalan yang dikerjakan pada bulan ini : Seperti mengeluarkan Zakat di dalam bulan Rajab tidak di bulan lainnya." Ini tidak ada ashol sama sekali.

Dan demikian juga, "Dimana penduduk Makkah memperbanyak `Umrah di bulan ini tidak seperti bulan lainnya." Ini tidak ada asal sama sekali sepanjang pengetahuan saya. Dia berkata : "Diantara yang diada-adakan oleh orang yang `awwam ialah : "Berpuasa di awal kamis di bulan Rajab," yang keseluruhannya ini adalah : Bid`ah.

Dan diantara yang mereka ada adakan juga di bulan Rajab dan Sya`ban ialah : "Mereka memperbanyak ketaatan kepada Allah melebihi dari bulan bulan lainnya."

Adapun yang diriwayatkan tentang : "Bahwa Allah Ta`ala memerintahkan Nabi Nuh `Alaihi wa Sallam untuk membuat kapalnya di bulan Rajab ini, serta diperintahkan kamu Mu`minin yang bersama dia untuk berpuasa di bulan ini." Ini Hadits Maudhu` (Palsu).

Diantara bid`ah-bid`ah yang menyebar di bulan ini adalah :
1. Sholat Ar Raghaaib.
Sholat Ar Raghaaib ini diamalkan di setiap awal Jum`at di bulan Rajab.

Ketahuilah semoga Allah Tabaraka wa Ta`ala merahmatimu- bahwa mengagungkan hari ini, malam ini sesungguhnya diadakan ke dalam Din Islam ini setelah abad keempat Hijriyah. (Lihat literatur berikut ini tentang bid`ahnya sholat Raghaib :
1. "Iqtida` As Shiratul Mustaqim" : hal.283. Dan "Tulisan Ilmiyah diantara dua orang Imam ; Al `Izz bin `Abdus Salam dan Ibnu As Sholah sekitar Sholat Raghaaib."
2. "Al Ba`itsu `Ala Inkari Al Bida` wa Al Hawaadist" : hal. 39 dan seterusnya.
3. "Al Madkhal" oleh Ibnu Al Haaj : 1/293.
4. "As Sunan wal Mubtadi`aat" : hal. 140.
5. "Tabyiinul `Ujab bima warada fi Fadhli Rajab" : hal. 47.
6. "Fataawa An Nawawiy" : hal. 26.
7. "Majmu` Al Fataawa oleh Ibnu Taimiyah" : 2/2.
8. "Al Maudhuu`aat" : 2/124.
9. "Allaalaaiy Al mashnu`ah" : 2/57.
10. "Tanzihus Syari`ah" : 2/92.
11. "Al Mughni `anil Hifdzi wal Kitab" : hall. 297- serta bantahannya : Jannatul Murtaab.
12. "Safarus Sa`adah" : hal. 150.

Sepakat `Ulama tentang hadits-hadits yang diriwayatkan mengenai keutamaan bulan Rajab adalah palsu, sesungguhnya telah diterangkan oleh sekelompok Al Muhaditsin tentang palsunya hadits sholat Ar Raghaaib diantara mereka ialah : Al Haafidz Ibnu hajar, Adz Dzahabiy, Al `Iraaqiy, Ibnu Al Jauziy, Ibnu Taimiyah, An Nawawiy dan As Sayuthiy dan selain dari mereka. Kandungan dari hadits-hadits yang palsu itu ialraah mengenai keutamaan berpuasa pada hari itu, mendirikan malamnya, dinamakan "shalat Ar Raghaaib," para ahli Tahqiiq dikalangan ahli ilmu telah melarang mengkhususkan hari tersebut untuk berpuasa, atau mendirikan malamnya melaksanakan sholat dengan cara yang bid`ah ini, demikian juga pengagungan hari tersebut dengan cara membuat makanan makanan yang enak-enak, mengishtiharkan bentuk bentuk yang indah indah dan selain yang demikian, dengan tujuan bahwa hari ini lebih utama dari hari hari yang lainnya.

2. Sholat Ummu Daawud di pertengahan bulan Rajab.

Demikian juga hari terakhir dipertengahan bulan Rajab, dilaksanakan sholat yang dinamakan sholat "Ummu Daawud" ini juga tidak ada asholnya sama sekali. "Iqtidaus Shiraatul Mustaqim" : hal. 293.

Berkata Al Imam Al Hafidz Abu Al Khatthaab : "Adapun sholat Ar Raghaaib, yang dituduh sebagai pemalsu hadits ini ialah : `Ali bin `Abdullah bin jahdham, dia memalsukan hadits ini dengan menampilkan rawi rawi yang tidak dikenal, tidak terdapat diseluruh kitab." Pembahasan Abu Al Khatthaab ini terdapat dalam :
"Al Baa`its `Ala Inkaril Bida` wal Ahadist" : hal. 40.
Abul Hasan : `Ali bin `Abdullah bin Al Hasan bin Jahdham, As Shufiy, pengarang kitab : "Bahjatul Asraar fit Tashauf".
Berkata Abul Fadhal bin Khairuun : Dia pendusta.
Berkata selainnya : Dia dituduh sebagai pemalsu hadits sholat Ar Raghaaib.

Lihat terjemahannya dalam : "Al `Ibir fi Khabar min Ghubar." : (3/116), "Al Mizan" : (3/142), "Al Lisaan" : (4/238), "Maraatul Jinaan" (3/28), "Al Muntadzim" : (8/14), "Al `Aqduts Tsamiin" : (6/179).

Asal daripada sholat ini sebagaimana diceritakan oleh : At Thurthuusyiy dalam "kitabnya" : "Telah mengkhabarkan kepada saya Abu Muhammad Al Maqdisiy, berkata Abu Syaamah dalam "Al Baa`its" : hal. 33 : "Saya berkata : Abu Muhammad ini perkiraan saya adalah `Abdul `Aziz bin Ahmad bin `Abdu `Umar bin Ibraahim Al Maqdisiy, telah meriwayatkan darinya Makkiy bin `Abdus Salam Ar Rumailiy As Syahiid, disifatkan dia sebagai As Syaikh yang dipercaya, Allahu A`lam." Berkata dia: tidak pernah sama sekali dikalangan kami di Baitul Maqdis ini diamalkan sholat Ar Raghaaib, yaitu sholat yang dilaksanakan di bulan Rajab dan Sya`ban. Inilah bid`ah yang pertama kali muncul di sisi kami pada tahun 448 H, dimana ketika itu datang ke tempat kami di Baitil Maqdis seorang laki laki dari Naabilis dikenal dengan nama Ibnu Abil Hamraa`, suaranya sangat bagus sekali dalam membaca Al Quran, pada malam pertengahan (malam keenam belas) di bulan Sya`ban dia mendirikan sholat di Al Masjidil Aqsha dan sholat di belakangnya satu orang, lalu bergabung dengan orang ketiga dan keempat, tidaklah dia menamatkan bacaan Al Quran kecuali telah sholat bersamanya jama`ah yang banyak sekali, kemudian pada tahun selanjutnya, banyak sekali manusia sholat bersamanya, setelah itu menyebarlah di sekitar Al Masjidil Aqsha sholat tersebut, terus menyebar dan masuk ke rumah rumah manusia lainnya, kemudian tetaplah pada zaman itu diamalkan sholat tersebut yang seolah olah sudah menjadi satu sunnah di kalangan masyarakat sampai pada hari kita ini. Dikatakan kepada laki laki yang pertama kali mengada-adakan sholat itu setelah dia meninggalkannya, sesungguhnya kami melihat kamu mendirikan sholat ini dengan jama`ah. Dia menjawab dengan mudah : "Saya akan minta ampun kepada Allah Ta`ala."

Kemudian berkata Abu Syaamah : "Adapun sholat Rajab, tidak muncul di sisi kami di Baitul Maqdis kecuali setelah tahun 480 H, kami tidak pernah melihat dan mendengarnya sebelum ini." (Al Baa`itsu : hal. 32-33).

Fatwa Ibnu As Sholaah tentang sholat Ar Raghaaib, Malam Nishfu Sya`ban

3. Sholat Al Alfiah.
Sesungguhnya As Syaikh Taqiyuddin Ibnu As Sholaah rahimahullah Ta`ala pernah dimintai fatwa tentang hal ini, lalu beliau menjawab :
"Adapun tentang sholat yang dikenal dengan sholat Ar Raghaaib adalah bid`ah, hadits yang diriwayatkan tentangnya adalah palsu, dan tidaklah sholat ini dikenal kecuali setelah tahun 400 H, tidak ada keutamaan malamnya dari malam malam yang lainnya. Lihat Hadist hadist ini dalam kitab yang disebutkan di atas hal. 100-101, dan hal. 439-440.

Diterjemahkan dari kitab Al Fawaaid Al Majmu`ah, Al Ahadiits Al Maudhu`ah, karya Syaikhul Islam Muhammad Bin `Ali As Syaukaniy (Wafat : 1250 H)


(Dikutip dari website http://thullabul-ilmiy.or.id/modules/news/artikel.php?storyid=3, judul asli "Hadist-Hadist Palsu Mengenai Keutamaan Bulan Rajab.", diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Al Mundzir As Salafiy.)
| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:hadist bantahan amalan rajab - 2007/07/23 21:58Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Rahmat dan keridhoan Nya swt semoga selalu tercurah pada hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
sebagaimana telah saya jelaskan di majelis majelis cabang dan pusat, bahwa hadits hadits tentang kemuliaan bulan rajab ini tidak ada yg shahih, sebagian besar adalah dhoif, namun bukan berarti itu menafikan kemuliaan di bulan rajab,

tak satupun para Muhaddits yg mengharamkan puasa di bulan rajab,

telah berkata Al hafidh Al Muhaddits Imam Nawawi rahimahullah : 
ولم يثبت في صوم رجب نهى ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي داود أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ندب الى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها

tak ada ketentuan jelas yg menguatkan pelarangan puasa pada bulan rajab, tidak pula keterangan sunnah melakukannya, akan tetapi asal dari ibadah puasa adalah sunnah, dan pada riwayat sunan Abu Dawud baha Rasulullah saw mensunnahkan puasa di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram.

maka jelaslah sudah bahwa sunnah berpuasa di bulan rajab, dan segenap bulan haram (bulan haram adalah 3 bulan berturut turut dan 1 bulan terpisah, yaitu : Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab)

maka merupakan kemungkaran bagi yg mengharamkannya, karena sebagaimana dijelaskan oleh Al hafidh Imam Nawawi bahwa hal ini tidak ada dalil yg melarangnya, maka sunnah berpuasa di hari hari yg tidak diharamkan puasa padanya seperti hari Ied.

pengingkaran akan hal ini adalah mungkar, bila sekelompok muslimin ingin berpuasa di bulan rajab maka tak ada satu dalilpun yg melarangnya, karena puasa itu bukan untuk memuliakan berhala, tapi ibadah karena Allah swmata.

hal yg sangat menyedihkan, sebagian besar muslimin berpuasa di bulan rajab, sebagian lain tak perduli, dan sebagian lainnya sibuk melarang yg berpuasa,

kelompok ketiga inilah yg berbahaya, melarang orang muslim beribadah karena Allah, berpuasa karena Allah, sudah jelas kemungkaran muslimin semakin banyak bermaksiat, maka muncul pula kelompok yg mengharamkan apa apa yg tak diharamkan Allah swt.

إن أعظم المسلمين في المسلمين جرما من سأل عن شيء لم يحرم على المسلمين فحرم عليهم من أجل مسألته

Sabda Rasulullah saw : “Sungguh sebesar besar kejahatan muslimin pada muslimin lainnya, adalah yg bertanya tentang hal yg tidak diharamkan atas muslimin, menjadi diharamkan atas mereka karena pertanyaannya” (shahih Muslim hadits no.2358)

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a'lam



Tanya Jawab Lainnya Sumber Majelis Rasulullah SAW
FADHILAH PUASA DI BULAN RAJAB - 2007/07/15 20:50Assalamu'alaikum Wr.Wb.Yaa Habibina Habib Munzir yang semoga selalu dirahmati Alloh SWT sehingga semua urusan Habib dimudahkan-Nya.Amii.

Bib,Hamba yang Faqif,Dhoif&Jahil ini mo tanya ama Habib:

1.APA SAJA FADHILAH PUASA DI BULAN RAJAB
2.PUASANYA BERAPA HARI,KARENA SAYA PERNAH DENGAR ADA
YANG MEMBOLEHKAN 10 HARI.

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.Wassalamu'alaikum Wr.Wb.





Wahyono
| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:FADHILAH PUASA DI BULAN RAJAB - 2007/07/17 01:45Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

Semoga Keagungan Cahaya Rajab dan kemuliaan Isra wal Mi’taj selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. tak teeriwayatkan dalam hadits shahih mengenai keutamaan puasa di bulan rajab,

namun ada hadits Nabi saw bersabda : "Barangsiapa berpuasa di bulan haram (rajab adalah salah satu dari bulan haram) pada hari kamis, jumat dan sabtu, maka baginya pahala Ibadah 60 tahun" (Majmu' zawaid juz 3 hal 191)

2. mengenai ketentuannya terdapat perbedaan, dan batas penjelasan yg shahih adalah memperbanyak puasa di bulan rajab, tanpa ada batasan harinya, bahkan ada sebagian ulama yg berpuasa mulai rajab dan sya'ban, berlanjut ramadhan,

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a'lam
| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:FADHILAH PUASA DI BULAN RAJAB - 2007/07/20 03:12terus bagaimana tentang perkataan Nabi SAW kepada sahabatnya yang saya dengar di suatu majlis. Di riwayatkan pada waktu itu seorang sahabat bertemu dengan Rasulullah SAW dan menanyakan tentang amalan (perbuatan) yang dapat meningkatkan ibadah di bulan Rajab. Maka itu Nabi SAW menjawab "berpuasalah engkau di bulan Rajab, karena 1 hari engkau berpuasa di bulan Rajab maka Allah SWT akan mengampunkan dosamu tiga tahun dan kelipatannya. apabila engkau berpuasa selama tujuh hari di bulan Rajab maka akan ditutup ke 7 pintu neraka untuk orang yang berpuasa selama tujuh hari dan bila engkau berpuasa 8 hari di bulan Rajab maka akan dibuka ke 8 pintu surga untuk orang yang berpuasa di bulan Rajab. mohon penjelasannya
| | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:FADHILAH PUASA DI BULAN RAJAB - 2007/07/21 03:25Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

Cahaya keberkahan Rajab dan kemuliaan malam isra wal mi’raj semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudariku yg kumuliakan,
mengenai hadits tersebut saya tak menemukannya dalam riwayat shahih, dan bila teriwayatkan dalam dhuafa maka tak ada larangan bagi kita untuk mengamalkannya, sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidh Imam Nawawi bahwa tidak riwayat pelarangan puasa di bulan rajab, maka pelarangan akan hal itu adalah hal yg mungkar.

demikian saudariku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a'lam
Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disinihttp://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494





Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Sabtu, 22 September 2012

"Mereka" Tidak Sepantasnya Menghinakan Sang Nabi SAW


mereka-tidak-sepantasnya-menghinakan-sang-nabi-saw
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, wa ‘Ala Ali Sayyidina Muhammad, Wa shohbihi Ajmain. Rasulullah SAW tercinta adalah pembawa risalah Allah SWT Yang Maha Agung, ia adalah sejatinya makhluk yang memiliki sifat-sifat mulia demi mengemban tugas kenabian dan kerasulan itu. Demi murninya risalah itu sampai pada makhlukNYA, Allah SWT menanamkan sifat-sifat yang mulia itu pada diri sang Nabi.


Adalah ‘ Fatonah’ yang berarti pandai, cerdas, bijaksana, terampil. Beliau adalah nabi yang ummi ( tidak bisa baca tulis), yang kemudian Allah SWT utus Jibril AS untuk mengajari Rasulullah SAW membaca ( iqro ) dengan menyampaikan Wahyu pertamaNYA pada beliau di gua hira. Kepandaian beliau selagi masih remaja sangat mashur waktu itu, ia dapat melerai pertikaian antar suku Quraisy. Ia sering dijadikan duta perdamaian antar suku karena kecerdikannya dalam memecahkan suatu masalah.


Ia pribadi yang jujur sehingga di beri gelar Al- Amin yang artinya dapat dipercaya sehingga beliau memiliki sifat mulia ‘amanah’. Pada suatu ketika beliau berjanji dengan seseorang untuk bertemu di pasar pada pagi hari, sang Nabi datang pagi-pagi untuk menepati janjinya tapi orang yang berjanji tadi alpa dan ketika sore baru teringat ia punya janji dengan Rasulullah SAW. Ketika itu juga ia bergegas ke pasar dan masih mendapati sang Nabi di tempat yang telah dijanjikan.


Dan ketika beliau sering dihina oleh seorang Yahudi buta yang tua renta, setiap harinya ia menyumpah serapah dan memaki beliau di pinggir jalanan ramai. Tapi beliau mendatanginya ketika orang itu sakit, merawatnya dan menyuapi makanan ketika ia tidak bisa bergerak sama sekali. Berhari-hari beliau merawatnya, kemudian sang yahudi itu bertanya “ siapakah kamu wahai orang mulia?”. Beliau menjawab “ Muhammad Ibni Abdillah ‘. Serentak Yahudi itu tertunduk menangis, ia terharu karena hanya beliau yang sering ia caci maki yang merawatnya selama sakit dan menyatakan ia masuk islam karena keluhuran budi pekerti sang nabi.


Dan perkataan beliau selalu benar tidak pernah berbohong yang berarti beliau memiliki sifat ‘Sidiq’, itu terbukti ketika Khadijah istrinya mengutus pembantunya untuk mengawasi kepiawaian beliau dalam berdagang. Pembantunya itu menyampaikan bahwa beliau adalah orang yang jujur, sehingga barang dagangannya selalu habis terjual dan banyak mendapat untung.


Rasulullah SAW diberi tugas dan beban yang berat, dengan begitu beliau memiliki sifat yang ‘ tabligh’ betapa pun beratnya penyampaian risalah itu tetap beliau sampaikan pada umatnya. Sehingga terangkatlah umat ini dari lembah kehinaan menuju masa yang penuh hikmah dan barokah serta kemuliaan di sisi Allah SWT.


Lalu apa yang membuat mereka begitu benci pada sang Nabi? Apakah mereka telah membaca risalah dan ‘pitutur’ yang salah?.


Permulaan penghinaan yang begitu menggemparkan dunia adalah ketika murtad Salman Rusdhie menciptakan novel “ Satanic Verses” atau ayat-ayat setannya, sehingga mendiang Mullah Iran Ayatullah Agung Sayyid Musavi Ruhollah Khomeini waktu itu memfatwakan hukuman mati pada Rusdhie pada 1989.


Sahabat fillah lantas apakah kita akan berontak dan meronta meminta keadilan untuk sang Nabi? Demi rasa cinta pada beliau ingin rasanya saya penggal kepalanya dan menggantungnya. Tapi apakah itu sesuai dengan ajaran dan risalah beliau?


Yang terpenting adalah dengan mengutuk dan mengecam tanpa harus berbuat anarki yang berlebihan. Karena selemah-lemah iman adalah mengutuk dan mengecam kejahatan itu dengan hati, kalau sanggup suarakan dengan lantang tapi tetap tidak anarki, kalau benar-benar berkuasa gunakan tangan kekuasaan untuk menghukum langsung orang itu. Pendahulu Greet Wilders dan Bacile yaitu Salman Rusdhie hingga kini masih bernafas lega dan melenggang kemana pun ia suka, padahal ia sudah dihargakan Rp. 3.1 milliar oleh Khordad Foundation dari Iran.


Dalam kasus Salman Rushdie, kita patut menyimak apa yang pernah dinyatakan oleh Gus Dur pada kolom yang pernah ia tulis yang menyatakan bahwa umat Islam layak tersinggung dan marah, tapi mestinya tidak sampai overdosis. Gus Dur mengibaratkan kasus Salman Rusdhie itu seperti "orang gila yang melempar batu ke masjid." Melempar batu ke masjid jelas penghinaan. Tapi sudahlah, anggap saja si pelemparnya "orang gila." Kalau orang gila kita tanggapi berlebihan, bisa-bisa kita malah kehilangan kewarasan kita. Jadinya "gila kasus" juga.


Pandangan Gus Dur tentang "kasus gila dan gila kasus" tadi sepertinya cocok juga untuk menggambarkan "Innocence of Muslims." Sangat menghina Nabi dan melecehkan Islam, memang. Tapi anggap saja itu "kasus gila" yang dibuat oleh "orang gila". Menanggapinya dengan kemarahan yang overdosis hanya akan membawa kita pada "gila kasus”.


Yang jelas beliau SAW tidak pantas dihinakan oleh siapapun, karena sejatinya ia sudah mulia. Jangan sampai tindakan overdosis itu akan menghinakan umat Islam dan menjadikan mereka ‘menang’ karena umpan mereka sudah dimakan. Agar kita ‘gila kasus’ dan tidak bisa kontrol diri, sehingga kita seolah-olah menjadi ‘ terhina sehina-hinanya’. Wallahu Alam.



Dari berbagai sumber
Penulis : Mustopa, S.Pd
Serang – Banten.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner