Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juli 2017

Perbedaan adalah Keberagaman bukan MASALAH

Selamat siang Kawanku semua yang baik hatinya, semoga kalian selalu dalam keadaan sehat dan beraktivitas lancar seperti biasanya. Aamiin. Kawanku dewasa ini ramai sekali berbagai macam dibicarakan di media Sosial maupun media mainstream yang ada tentang Perbedaan. Dalam suatu kaidah Perbedaan adalah Anugerah, dimana dengan adanya perbedaan tersebut sekelompok manusia bisa saling mengisi dan melengkapi. Dengan adanya perbedaan maka akan muncul Keberagaman ( berbagai macam perbedaan ), dengan adanya keberagaman ini segala hal akan terlihat menarik, indah dan bisa dipadukan / disinkronkan sehingga membentuk harmoni yang luar biasa indahnya.

ketika kita menghadapi perbadaan tidak sepatutnya kita memisahkan diri, atau berpaling dengan sesuatu yang berbeda dari kita baik dalam hal cara pandang hidup, pola pikir ( Berpolitik, beragama, berbudaya dan lainnya ). Tuhan pun Menciptakan kita berbagai Suku Bangsa, Agama, Ras, Golongan bukan untuk saling berpecah belah, tapi untuk saling bersatu padu, saling mengenal, sehingga membentuk Keberagaman yang memiliki harmoni yang Indah. Lihatlah apa yang kita kenakan sekarang, hampir semuanya berbeda bukan? Tidak sama dan tidak mesti sama, karena kalau semuanya sama tidak akan terbentuk harmoni dan tidak indah tentunya.

Dalam suatu keberagaman akan pasti akan ada perselisihan/ketersinggungan/gesekan, tapi itu adalah lumrah, kita cari solusinya bagaimana agar geseken itu terminimalisir dan tidak menyakiti satu sama lainnya, yang kemudian saling menjaga. Bukan saling menghantam atau saling menghancurkan satu sama lainnya. Sejatinya hidup adalah harmoinsasi sebuah gerak, dimana dalam setiap gerakan akan muncul pergesekan. Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari kita adalah Gerak Mesin kendaraan bermotor. Ketika komponennya hidup/bergerak akan terjadi gesekan-gesekan, tapi untuk meminimalisir gesekan tersebut maka harus diberikan pelumas berupa Minyak/Oli pelumas, sehingga gesekan tersebut tidak merusak komponen mesin, dan suaranya nyaringnya pun tidak menimbulkan polusi udara.

Jadi kawanku, janganlah Perbedaan itu dijadikan Masalah tapi jadikanlah Keberagaman yang akan membuat hidup kita penuh harmoni, ketika terjadi gesekan yang tidak bisa dihindari maka carilah solusi agar gesekan tersebut tidak merusak harmoni hidup kita. Demikian selamat menjalani hari-hari yang indah ini, sampai jumpa ke tulisan saya berikutnya.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Kamis, 30 Mei 2013

Cara meningkatkan Kecerdasan Intelektual Anak sejak Dini




Assalmualaikum, Wr. Wb.

Bagaimana kabar sobat pagi ini ? Semoga semuanya sesuai harapan dan Ridho Allah SWT, karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, tapi baik menurut Allah sudah pasti adalah kebaikan bagi kita semua. Di tengah pagi yang indah ini kita mengucapkan tasbih Subhanallah atas apa yang kita jalani dan lihat begitu menakjubkan tapi tidak membuat kita lalai hingga mengucapkan tahmid alhamdulillahi robbil alamiin. Kita diberikan anak-anak yang lucu dan menggemaskan adalah nikmat yang tidak terkira, tapi anak adalah amanat terbesar orang tua agar dididik dan dijaga sesuai dengan syariatnya.

Dalam diri anak itu ada hak dan kebutuhan yang harus dipenuhi, diantaranya adalah mendapat pendidikan yang baik. Dan tempat yang paling penting adalah dari rumah atau al madrasatul ula, dimana peranan orang tua adalah ujung tombak perkembangan kecerdasan si anak baik intelektual maupun spiritual. Saya memiliki 3 putri yang beda dua tahun, dan ketiganya memiliki karakter yang berbeda pula hingga mereka membutuhkan perlakuan yang berbeda dalam mendidiknya.

Berikut ada beberapa tips agar perkembangan intelektual si anak terangsang dan berkembang dengan baik Sediakan waktu 10-15 menit, dua kali sehari, untuk waktu bermain yang berkualitas bersama anak. 


  • Mainkan Cilukba di balik selimut atau bersembunyi di belakang kursi dan muncul kembali.
  • Gerak-gerakkan sebuah boneka dan nyanyikan sebuah lagu hingga anak tertawa.
  • Goyang-goyanglah mainan yang dapat mengeluarkan bunyi atau tamborin, pukulah sebuah drum dan liahatlah reaksinya.
  • Tiuplah gelembung sabun tinggi-tinggi ke udara untuk menstimulasi penglihatan, genggaman, dan koordinasi mata. (Mulai pada usia 5-6 bulan). Kegiatan ini juga menyenangkan dilakukan saat ia mandi. Bangunlah dan runtuhkan balok-balok. Tumpuklah balok-balok itu lagi (mulai dengan tiga balok saat anak berusia 6-9 bulan) dan ajaklah anak anda untuk melakukan hal yang sama. Buatlah menara yang lebih tinggi untuk balita anda.
  • Bukalah dan tutuplah pintu di boks mainan; kemudian biarkanlah anak yang lebih besar atau balita anda untuk bereksplorasi sendiri.
  • Perkenalkan beragam jenis buku, begitu bayi anda dapat melihat dan berfokus, membalik halaman buku, menekan tombol pada buku musik, dan tak lama kemudian anak anda akan ”membaca” sendiri.
  • Jika anda siap sesekali balikan posisi badan anak kaki diangkat dan posisi kepala di bawah selama kurang lebih 10 detik, ini juga untuk merangsang kinerja motorik anak dan berimbas pada perkembangan IQ si anak.
Semoga tips ini bermanfaat bagi kita semua.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Sabtu, 18 Mei 2013

Memaknai Hari Kebangkitan Nasional




Sobat Bangsa kita telah melakukan perjalanan yang panjang dalam menempuh kemerdekaan yang hakiki, entah kemerdekaan itu nyata adanya ataukah masih absurb ( abu-abu -red ). Entah kemerdekaan itu benar-benar telah dirasakan oleh seluruh bangsa ini, atau hanya oleh sebagian mereka yang benar-benar mengecap manisnya kemerdekaan itu. Sebagai anak bangsa saya kadang masih miris dengan kondisi rakyat saat ini, sejatinya mereka harusnya sudah merdeka tapi kenyataannya masih terjajah baik secara langsung maupun tidak.

Kemerdekaan itu sebenarnya adalah hasil dari suatu proses pengorbanan, perjuangan, dan juga kebangkitan yang panjang. Bertahun-tahun, berabad-abad bahkan nenek moyang kita mencoba mendobrak kebuntuan dikarenakan penjajahan. Penjajahan yang begitu menyiksa, membuat perih secara fisik ataupun psikis. Mereka tidak dianggap sebagai manusia yang layaknya mempunyai haknya sebagai manusia, kehidupannya benar-benar dirampas tak diberikan kesempatan sedikitpun untuk memaknai dirinya sebagai anak manusia sepatutnya.

Tapi ada suatu titik terang di masa itu, dimana mereka merasa siap dan merdeka untuk mempertahankan keyakinannya pada Tuhannya Yang Maha Agung, bahwa kemerdekaan mereka yang hakiki adalah kemerdekaan untuk menyembah Tuhannya dan beribadah sesuai SyariatNYA. Berawal dari keyakinan itu timbullah iman yang kuat bahwa memperjuangkan kemerdekaan negaranya adalah perintah Tuhannya Allah SWT, mati di medan juang adalah terhormat dan syahid di sisiNYA. Inilah tonggak kebangkitan dari para pendahulu kita, mereka bangkit dari satu keyakinan dalam hatinya bahwa mereka bisa Merdeka, atau Mati Terhormat dan syahid.

Dari keyakinan iman yang kuat itu muncullah para tokoh kebangkitan yang penting Mulai dari Pangerang Diponegoro ( Jawa Tengah ), KH. Mustofa ( Jawa Barat ), Sultan Hasanudin ( Makassar ), Tuanku Imam Bonjol ( Sumatera Barat ), hingga Bung Tomo ( Jawa Timur ). Dengan semangat yang berapi-api mereka meneriakkan kebangkitan agar tidak terkungkung, terkurung, terpenjara, tersiksa dengan yang namanya penjajahan. Dengan keyakinan yang kuat nan utuh itu, bukan hanya menembus ruang dan relung jiwa bukan hanya pada masa itu, tapi hingga kini dan nanti.

Sebagai penerus kebangkitan para pendahulu kita, sebagai pendobrak kebuntuan yang baru terutama para pemuda dan pemudi harus mempunyai keyakinan yang kuat nan utuh bahwa bangsa ini bisa bangkit dari keterpurukan dan penjajahan dari hawa nafsu serakah bangsa sendiri. Perjuangan dan kebangkitan saat ini begitu berat benarlah sabda Sang Nabi SAW ketika setelah memenangkan sebuah peperangan maha Dahsyat " Peperangan yang lebih besar dari ini adalah memerangi hawa nafsu ". Hingga para sahabat terperangah atas sabda Nabi SAW tersebut. Mereka baru sadar kalau peperangan yang terberat dan maha dahsyat adalah memerangi hawa nafsunya sendiri. Hawa Nafsu serakah yang dipuja-puja didahulukan hingga menjajah beberapa generasi itulah yang sangat sulit ditaklukan. Setelah Negara ini merdeka dari penjajahan fisik itu banyak para pemuja hawa nafsu maju di garis depan untuk memperjuangkan nafsunya, yang dengan nafsunya itu bangsa ini semakin terjajah.

Sudah mafhum bahwa bangsa ini hancur karena kebobrokan moral, mengedepankan hawa nafsu daripada akalnya, mereka rela berbuat nista, mengkorupsi yang bukan haknya dan menindas setiap yang lemah dengan kekuasaannya. Ayolah sobat, bangkitlah dari tidurmu, kuatkan akalmu, kuatkan semangatmu, singkirkan kemalasan, singkirkan daya negatif dari dirimu, berbuatlah yang terbaik bagi  diri, keluarga terutama bangsa yang kita cintai ini. Jangan dengarkan suara-suara sumbang yang selalu mengadu-domba akal pikiran kita, jangan dengarkan mereka yang selalu menyuarakan logika dan pemikiran negatif yang semakin membuat kita dan bangsa kita mundur terbelakang.

Perjuangan belum usai Kawan, jangan terlena dan terlelap dengan kondisimu saat ini !!!.

Gambar : Jakarta.go.id

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner