Rabu, 13 Februari 2013

Saya Yakin Skenario Allah SWT itu Indah

Alhamdulillahi robbil alamiin, segala puji hanya milik dan tertuju pada Allah Tuhan Semesta Alam. Tidak hanya satu alam manusia, seluruh alam baik yang kasat mata atau pun tidak kasat mata. Meski seluruh makhluk di seluruh alam ini tidak memuji dan memujaNYA, maka Ia memuji diriNYA sendiri maka hanya pujianNYA lah yang Maha Agung.
Ia akan tetap Agung karena Allah MengAgungkan diriNYA, hingga apa-apa yang berasal dariNYA adalah agung adanya. Ia lah Tuhan yang menyelimuti siang dengan malam hari, hingga ketika Allah berkehendak setiap harinya adalah malam hari maka tidak ada yang mampu mengubahnya menjadi siang hari hingga kiamat, begitupun sebaliknya tidak ada yang mampu menjadikannya malam hari apabila kehendakNYA menjadikan setiap harinya siang.
Maka apabila Allah menghendaki petunjuk atau hidayah pada makhlukNYA, maka tidak akan ada yang mampu menyesatkannya, begitupun sebaliknya tidak akan ada yang memberikan petunjuk pada apa-apa yang dikehendakiNYA tersesat. Allah itu Maha Baik, Maha Lembut, Maha Menjaga, Maha Dermawan dan Memberi, sehingga dengan semua KebaikanNYA Allah Anugerahkan NikmatNYA yang banyak tak terhingga pada MakhlukNYA.
Ia tidak membeda-bedakan antara yang taat dan tidak taat padaNYA, tapi Ia Maha Mengadili dan Penguasa hari Akhir hingga siapa yang taat di dunia ia akan menuai kebaikan di negeri akhirat dengan SurgaNYA yang indah dan penuh kenikmatan sedang yang tidak taat ia juga memetik kepayahan serta penderitaan tiada akhir di NerakaNYA.
Ia adalah Tuhan Yang Menghendaki kebaikan pada semua MakhlukNYA, tapi dengan ketakaburannya manusia banyak yang memberontak dan tidak rela dan menerima semua apa-apa yang telah digariskan olehNYA. Hingga Allah SWT berfirman
“ AKu berdasarkan persangkaan hambaKU “, Ia akan Memberikan semua kebaikan yang dipersangkakan oleh hambaNYA begitupun Ia akan memberikan dengan jelas setiap keburukan sesuai prasangka buruk hambaNYA. Ia mempertegas dengan FirmanNYA “ Ud’unii Astjib Lakum “, memintalah padaKU niscaya AKu mengabulkannya bagimu.
Ia adalah “ SUtradara” dalam setiap episode kehidupan ini, semua yang telah dan akan terjadi sudah ada dan tersirat pada skenarioNYA yang Agung Laukhil Mahfudz. Setiap saat dan jeda dalam kehidupan ini sudah sesuai kehendakNYA, dan semua tergantung dari kita yang menyikapinya. Kalau kita tidak mengikuti hawa nafsu niscaya semua kebaikanNYA akan kita raih dan menuju kebahagiaan yang hakiki, serta puncaknya adalah surga.
Saya dan anda harus yakin bahwa Allah telah Memberikan yang terbaik untuk kita, meski sekarang kita masih dirundung kesusahan yang seolah-olah kita tidak sanggup memikulnya. Ia tidak akan membebankan apa-apa yang tidak sanggup akan memikulnya, dan tidak akan menghilangkan apa-apa hak yang seharusnya kita peroleh.
Saya yakin scenario Allah itu indah adanya, saya memilki istri yang solehah anak-anak yang lucu-lucu, lingkungan yang baik serta pekerjaan yang baik pula. Dan yang terbesar adalah Allah masih mengaungerahkan saya iman yang utuh dan mantap serta akidah yang agung, meski begitu banyak godaan syetan yang mendera, menjerat setiap langkah tindakan anggota badan dan lintasan hati ini.
Jangan berputus asa dari Rahmat Allah SWT saudaraku, yakinlah dan tetaplah berprasangka baik padaNYA. Karena setiap episode dalam kehidupan yang fana ini akan Happy Ending terutama di negeri akhirat nanti. Syukur Alhamdulillah ya Allah engkau telah menganugerahkan semua kebaikanMU, semoga selawat serta salam tercurah pada Baginda Nabi SAW beserta keluarga dan sahabatnya.
Pertemukan kami dengan beliau di akhiratMU yang penuh kenikmatan ya Allah. AMiin.

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner

Kamis, 13 Desember 2012

Kebaikan dan Keburukan Seorang Hamba di Hadapan Tuhannya


Assalamualaikum Wr. Wb

Bismillahirrahmanirrahiihm,

Alhamdulillahi Robbil Alamiin, wa bihi nasta'inu Ala umurid dunya wad Din, Amma ba'du. How are you brothers and sisters? May Allah Bless you all, Amiin. Kita bagaikan rantai yang kokoh tidak boleh dan memang seharusnya tidak bisa terlepas, selagi akidah dan iman kita sama. Landasan itu tidak bisa dianggap remeh dan tidak bisa dianggap main-main. Aqidah ibaratnya wadah atau pondasi, kalau wadah itu bocor atau pecah maka tidak akan bisa menampung sesuatu atau jika pondasinya keropos maka bangunannya akan runtuh ambruk tak berbekas.

Sobat, saya juga masih ingin belajar banyak tentang akidah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan ini. Betapa banyak cobaan dan godaan yang menerpa hidup kita, bagai badai dan topan tak henti-hentinya menerjang bahtera. Jika bahtera itu rapuh sirnalah ia beserta isinya, lain halnya dengan bahtera Nabi Nuh AS yang begitu kokoh karena arsiteknya mendapatkan bimbingan dari Sang Maha Mengetahui. Bahtera itu kokoh tidak retak sedikitpun meski diterjang badai yang maha dahsyat di kala itu. Tapi ingat sobat seberat apapun hal ihwal yang menimpa diri kita dan keluarga kita jangan sampai berburuk sangka pada Allah SWT, kita harus tetap berhusnudzon padaNYA karena Ia yang Maha Mengetahui tentang diri kita.

Saya hendak mengutip sebuah hadits dari kitab Muhtar Ahadits No 59 yang artinya : Ketika Allah Menghendaki kebaikan pada seorang hamba, Maka Allah akan menyegerakan hisab/siksaNYA di dunia, tetapi kalau Allah Menghendaki keburukan padanya maka Allah akan menunda siksaNYA hingga hari kiamat.

Arti dari hadits di atas tersebut merupakan hasil dari kajian bersama ustadz saya setiap malam sabtu. Jadi kalau kita sering mendapati ujian bisa ringan, menengah, berat bahkan super berat itu adalah bentuk Kasih sayang Allah pada kita. Allah sedang menguji kita sejauh mana tingkat keimanan, ketaatan dan tentunya kesetiaan dan rasa cinta kita pada Allah SWT.Dan yang jelas Allah SWT tidak akan menguji hambaNYA melampaui batas kemampuannya.

Jadi kalau kita mendapat banyak cobaan baik berupa bala ( hal yang tidak menyenangkan ) kita harus tetap tabah ( Tawakkal ) dan berbaik sangka padaNYA kalau cobaan itu berupa hal yang memberatkan bisa jadi itu adalah hisab atau balasan terhadap amal perbuatan yang telah kita lakukan. Dan itu adalah bukit kalau Allah SWT Menghendaki kebaikan pada diri kita.

Dan jika kita lebih banyak mendapat fadhal, nikmat Allah yang berupa kesenangan kita harus bersyukur juga harus waspada dan ingat pada  nikmat Allah itu. Kita meminta padaNYA dengan nikmat itu sebagai sarana ibadah padaNYA bukan jalan atau cara Allah untuk Menghendaki keburukan pada diri kita.

Demikian sobat fakir semoga Allah SWT selalu memberikan HidayahNYA pada diri kita, keluarga dan orang yang kita kasihi. Semoga Allah memanjangkan umur kita dan kita bisa bersua di bahasan selanjutnya.

Wassalamualaikum.


Sang Fakir

Note : referensi kitab Muhtar Ahadits no. 59 dan Kajian Rutin Majelis Al-Bayan Ustadz Fatoni, Serang-Banten

Masukkan Email Anda untuk Langganan Artikel:

Delivered by FeedBurner